Dedep Tegaskan "E-warong Desa Sukahurip Penyalurannya Sudah Sesuai Dengan Pedum


Pangandaran LHI

Bergulirnya Program Pemerintah saat ini untuk mempermudah masyarakat dalam proses penyaluran melalui elektronik warung gotong royong (e- waroeng ) sangatlah bijak, namun belakangan ini telah beredaradar pemberitaan di beberapa media  online soal adanya dugaan salah satu e- warong di Desa Sukahurip pangandaran yang tidak berpedoman pada Pedum BPNT, atas pemberitaan tersebut membuat pemilik e- warong angkat bicara.

Dijelaskan Dedep Suryawan kepada media, bahwa e-warong merupakan tempat yang ditunjuk secara resmi untuk melayani penyaluran sembako melalui program BPNT, dengan demikian e- warong sangatlah bertanggung jawab secara utuh agar masyarakat yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat terlayani dengan baik dan benar. Senin (3/1/2022).

Maka dengan adanya pemberitaan di beberapa media online beberapa hari kebelekang itu semua hanyalah salah paham, karena kami dari pihak r-warong sudah menjalankan tugas dan fungsi selaku e-warong dengan benar.

Persoalan ada ikan yang busuk atau sembako lainnya yang di angga tidak layak konsumsi, kami dari e-warong sudah sangat terbuka, silahkan kembalikan dan kami akan ganti, tegasnya .

Persoalan seperti itu memang sering terjadi, namun kami sudah mensosialisaikan kepada KPM jauh jauh hari, apabila ada sembako yang dianggap jelek atau tidak layak konsumsi, bawa ke e-warong untuk diganti dengan yang lebih bagus, kata Dedep.

"Atas pemberitaan yang sudah beredar, jelas kami dari e-warong membantah, karena kami selaku penyaluran sudah sesuai semua arahan TKSK, kalaupun ada keterlambatan yang membuat penyaluran tertumpuk hingga tiga bulan, itu kan bukan kedalam kami, jelas dia .

Dedep juga menegaskan, bahwa selama ini tidak ada KPM yang merasa dirugikan terkait dengan kualitas bahan pangan yang telah disalurkan e-warong  kepada para KPM, bahkan cara penyaluran sekalipun.

Kalau soal PIN, itu kan cara untuk mempermudah penggesekan saja, tujuannya hanya untuk mempermudah dan mempercepat penyaluran saja, bayangin aja pa kalau tidak pake cara seperti itu, kami melayani 300 lebih KPM, tambah Dedep.

Kalaupun ada selentingan diluaran sana mungkin dia belum mengerti saja, terpenting kami sudah mensosialisasikan semuanya kepada para KPM, pungkasnya.(AS).

 

 

Post a Comment

0 Comments