KPK Ungkap Dugaan Aliran Dana Korupsi Di BALIHKA Dan Dinas PU Kota Banjar

Jakarta, LHI,- Selasa (21/12/21) KPK RI kembali memeriksa para saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Pemkot Banjar Jawa Barat. Dugaan TPK masih adanya keterkaitan dengan pekerjaan infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2012-2017. 


Bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi diantaranya;

S. Heri Heryaman (Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Banjar Tahun 2010)

Drs. Supratman (Kadis Dinas Kebersihan, Pertamanan, Pemakaman dan Lingkungan Hidup (DKPPLH) Kota Banjar Tahun 2011)

Hj. Noorjanah AR, SH (Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Banjar Tahun 2011)

H. Basir, SP, MP (Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2011), Selasa (21/12/21).


Juru bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri menjelaskan kepada LHI, bahwa pemeriksaan hari Senin (20/12/2021), hanya ada 1 saksi yang hadir yaitu Ir. Komarudin Saprialidin (Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2007-2008) dan yang bersangkutan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran uang yang dinikmati oleh pihak yang terkait dengan perkara ini. 


Kemudian Ali Fikri menerangkan, pihaknya memperoleh informasi adanya saksi yang telah meninggal dunia yakni Drs. H. Salim Heryanto (Sekdis DKPLHD Kota Banjar Tahun 2007-2008) dan 3 saksi lainnya dalam keadaan sakit dan akan dilakukan penjadwalan ulang saksi-saksi atas nama;

Ir. Hilda Siti Hindasah (Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Banjar Tahun 2007-2008, Drs. Wawan Hernawan, M. Si (Kepala Bidang Bina Program Kota Banjar Tahun 2007-2008)

Drs. H. Endang Hendra N, M. Si (Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BALIHKA) Kota Banjar Tahun 2009). 


Ali Fikri menyampaikan bahwa pihak KPK masih terus marathon memanggil para saksi lainnya untuk dimintai keterangan yang akan dijadwalkan pada hari berikutnya. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum dapat memberikan keterangan resmi siapa saja nama-nama tersangka terkait dugaan kasus tersebut. (E14Y) 

Post a Comment

0 Comments