Sungguh Aneh bin Ajaib , PKK PU. PR Kabupaten Labusel Tidak Hadiri Musawarah Desa ,Musawarah Tersebut Gagal Terlaksana


Labusel,LHI

Sungguh sangat aneh bin ajaib diduga ketidakhadiran PPK PU. PR Samsul Rambe ST Kabupaten Labusel tidak menghadiri  surat undangan  nomor : 005/985/AM/2021 Air Merah 19-Nopember-2021 tepat pada undangan jam, 10.00 WIB , 

            Pemerintah Desa Air Merah dalam surat undangan jelas menindak lanjuti Surat dari Dinas Pekerjaan Umum Dan penataan ruang kabupaten labuhanbatu selatan, Nomor   : 120/PPK/ DPU/-PR/2021 16-Nopember - 2021  tidak terlaksana musyawarah alias gagal  antara pihak masyarakat yang menuntut  dalam ketidak adanya musawarah desa terkait pembangunan Rambin yang menjadi pokok permasalahan  dan diduga adanya perusakan karet dengan cara menumbang tanpak ada seizin pemilik lahan 

Pasalnya undangan Pemerintah Desa Air Merah terhadap empat orang  masyarakat yang mewakili pada hari Senen, tanggal 22-Nopember-2021 pukul 10.00 WIB untuk diadakan musawarah  di kantor desa Air Merah,  guna untuk membuat solusi yang terbaik untuk seluruh warga masyarakat Desa  Air Merah 

Tapi sangat disayangkan empat orang yang mewakili  masyarakat sudah datang menghadiri dalam surat undangan Pemerintah Desa Air Merah tapi sangatlah mengherankan alias menjadi tanda tanya bagi kami,  ketika empat orang warga hadir di kantor desa baru di kasih tahu salah satu oknum pegawai kantor desa bahwa musyawarah ditunda pukul 14.00 WIB dengan alasan  PPK PU - PR dari kabupaten tidak bisa hadir dengan alasan yang tidak jelas. 

Masyarakat merasa sangat kecewa atas bemberitahuan tersebut kepada kami  kenapa tidak dari sebelumnya kami di kabari, bahwa ada di undur atau di tunda , kenapa sebelum kami sampai kemari di kantor desa baru di kasih tau, seakan -akan kami di permainkan atau memang kami di bodoh-bodohi, atau memang menganggap kami ini tidak ada apa-apanya di Desa Air Merah ini, Karena setau kami di mata hukum dan di mata pemerintahan sama - sama mempunyai hak.  ‘terang warga 

            Besar dugaan kepada PPK, PU PR Samsul Rambe diduga memperkeruh masalah, karena masyarakat sudah menghadiri dalam undangan untuk menyelesaikan permasalahan terkait  pembangunan rambin yang kami anggap tidak ada musawarah dalam penetapan lokasi atau tempat pembangunan tersebut,ini kan terjadinya permasalahan karena ke tidak  adanya musawarah di desa bahkan sekarang besar dugaan kami sudah terjadi perusakan dengan cara menumbang pohon karet tanpak seizin pemilik lahan ,ini sudah merasa sepele terhadap warga tidak ada lagi saling harga - menghargai , tandas warga 

Dalam kesempatan itu salah satu pihak masyarakat yang di undang merasa sangat kesal,  sehingga membacakan  surat undangan yang di pegangnya tepat pada ruangan kantor desa sekaligus di hadapan beberapa pegawai  yang menyaksikan atas kekecewan yang terjadi pada mereka ,bahkan kami masyarakat merasa di rugikan dan tidak di hargai kedatangan kami kekantor desa, padahal pemerintahan desa yang membuat surat undangan kepada kami untuk hadir guna untuk musawarah demi kebaikan kita semua di desa ,dengan waktu tepat pada jam 10.00 WIB 

Lebih lanjut bahkan kami masyarakat khususnya kami yang empat orang kebertan di mana  di dalam undangan  tertulis bahwa kami dituduh kan ke pada kami kami keberatan dalam pembangunan rambin tersebut di sini saya jelas kan  kami tidak keberatan atas adanya pembangunan rambin tersebut  yang sekarang berjalan, kami keberatan adalah tidak ada musawarah di laksanakan dan kenapa sekarang dugaan kami terjadi perusakan lahan dengan cara menumbang karet. jelas warga

Dari hasil kompirmasi dan pantauan yang di dapat awak media senen 22-Nopember-2021 besar dugaan bahwa PPK, PU PR kabupaten labuhanbatu selatan yang menjadi tiang kerok  dalam terjadinya permasalahan pembangunan Rambin yang menjadi pokok permasalahan terbukti dengan waktu undangan musawarah tidak tepat waktu dan seakan - akan terindikasi PPK PU-PR merasah bersalah sejak membuat titik awal pembangunan Rambin tersebut. ( TEAM/ P. P) 

 

Post a Comment

0 Comments