Anton Charliyan: “Polri Agar Segera Bertindak, Tangkap Penghina Nabi dan Al Quran “


Tasikmalaya, LHI

Sebuah konten yang berisi pelecehan terhadap agama dan simbol agama kembali terjadi. Kali ini adalah video aksi seorang pria menghina Al-Qur'an dengan kata-kata kotor melalui sebuah aplikasi   viral di media sosial. Video berdurasi pendek ini membuat geram mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H. Anton Charliyan,MPKN yang disampaikan ke awak media LINTAS PENA Group, Kamis (04/11/2021)

Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan menjelaskan, bahwa bulan ini adalah Bulan Maulid.Bulan yang diagungkan oleh seluruh umat muslim di dunia.Bulan yang sangat istimewa karena pada bulan Maulid ini, sebagaimana kita ketahui bersama merupakan Bulan  Kelahiran manusia Agung, Nabi Besar Muhammad SAW,  teladan semua umat , pembawa Rahmatan lil Alamin.. yang mana kebesaran nama beliau inipun , bukan hanya diakui oleh umat muslim saja, tapi juga diakui oleh seluruh masyarakat dunia sebagaimana yang tercatat dalam buku The Great Leadership yang merupakan Pemimpin Nomor Satu yang paling baik dan paling berpengaruh di dunia.


            “Kemudian apabila ada orang atau manusia yang berani menghina Nabi Muhammad SAW baik secara pribadi apalagi sebagai Rosul Utusan Allah, ditambahtambah menghina kitab suci Al Quran sebagai Qalam Illahi. Artinya orang yang mengatakan tsb, bisa dikategorikan sebagai orang yang super nekat, yang tidak punya otak untuk berpikir, tidak punya mata untuk melihat & tidak punya telinga untuk mendengar dan tidak punya hati untuk merasa,  atau bisa juga termasuk kedalam golongan manusia yang tidak waras alias sakit jiwa, .. Dan yang lebih khusus lagi, bila menghina Al Quran sama juga dengan telah menghinakan Allah SWT, dan menantang umat muslim secara keseluruhan, dengan alasan apapun juga. Sebab, menghina orang biasa didepan umum saja, ada pasal hukumnya yg cukup berat apalagi ini menghina kitab suci dan manusia suci utusan Allah Panutan semua umat. “jelasnya

“Saya tidak tahu lagi harus diapakan manusia model demikian tsb. Kalau keluar rumah saya rasa tidak akan ada yg mampu menjamin keselamatanya..

Namun sebelum ramai ramai dihakimi massa, saya tegaskan sebaiknya aparat hokum, khususnya Polri agar sesegera mungkin bertindak. Sekali lagi sesegera mungkin bertindak.Tangkap secepatnya manusia tidak waras model tsb. dan hukum seberat-beratnya, Sambil menunggu dan kita saksikan bersama azab pedih apa yg akan diturunkan Sang Maha Kuasa kepad manusia pecundang tsb , baik di dunia maupun di akhirat, yang telah buta mata buta hatinya. Namun walau sepedih apapun hati yang kita rasakan, Sebagai umat Muslim yang beriman kita pun tetap mendoakan,  Semoga yang bersakutan diberi kesadaran, dibukakan mata hatinya, dan sesegera mungkin memohon maaf kepada seluruh umat muslim dan memohon ampun kehadirat Nya Allah SWT dengan taubatan Nasuha.”pungkasnya.(LUKMAN NUGRAHA)***.

 

 

Post a Comment

0 Comments