Poniatun Angkat Bicara: Tebing Pantai Pesisir Desa Mekong Lokasi Kawasan Pemukiman Masyarakat Dibersihkan Sampai Perbatasan Desa Alai”


Meranti LHI

Pada hari Selasa Tanggal 19 Oktober 2021 LHI turun kelapangan dikawasan tebing pantai pesisir dikawasan pemukiman masyarakat Desa Mekong Kecamtan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, kabupaten termuda di Riau.

Suasana dilokasi tebing pantai pesisir tersebut terlihat alat berat dan petugas yang sibuk mengatur teknis dalam melakukan pekerjaan  pembersihan di tebing pelabuhan pantai pesisir.

menurut keterangan Mas Jono kepada LHI dilapangan “pembersihan lahan tebing pantai tersebut sudah sampai ke perbatasan Desa Alai. Karena Desa Alai berdampingan dengan Desa Mekong yang sedang dibangun turap untuk mengantisispasi keruntuhan tebing pantai dan rumah-rumah masyarakat agar tidak berjatuhan ke laut.

Hamdan. E koordinator investigasi lembaga IPSPK3 RI beralamat di Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti kepada LHI di selatpanjang “ Tindakan cepat kepedulian Bupati H. Muhammad Adil SH sangat beralasan, karena selama ini runtuhnya tebing pantai kawasan pesisir Desa Mekong dan juga berjatuhannya rumah-rumah masyarakat kepantai laut pelabuhan Desa Mekong termasuk juga Desa Alai yang berdampingan Desa Mekong, puluhan tahun terabaikan belum mendapat perhatian dari petinggi-petinngi Provinsi Riau maupun pemerintah pusat, serta wakil rakyat. Mudah-mudahan Bupati H. Muhammad Adil SH menjalankan roda pemerintahan sekarang ini semoga pulau-pulau terluar Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat dana bantuan dari APBN dari pemerintah pusat! ”

Karena pulau-pulau terluar yang berhadapan dengan Selat Malaka Malaysia adalah tanggung jawab pemerintah pusat yaitu pulau-pulau terluar di Meranti yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka Malaysia adalah Pulau Rangsang, Pulau Merbau, dan Pulau Padang. Abrasi tebing pantai pesisir tersebut sangat parah, berpuluh-puluh tahun lamanya belum mendapat perhatian dari petinggi-petinggi yang terkait.

Pulau Rangsang semasa masih menjadi Kabupaten Bengkalis, pernah turun pengusaha dari Singapore untuk melakukan survey ke Pulau Rangsang yang dibawa oleh pimpinan perusahaan dari Tanjung Balai Karimun utnuk membangun jembatan dan pelabuhan dan pabrik batu batako, tanah pun sudah diganti rugi didaerah Tanjung Kedabu Gayung Kiri, batu-batu tersebut batu bangunan rumah-rumah bertingkat yang sudah habis limitnya dikawasan perkotaan Singapore, batu-batu tersebut mau dibawa ke Pulau Rangsang untuk diolah menjadi batu ringan!

DPRD Bengkalis pada waktu itu ikut turun kelapangan di Singapore untuk melihat bangunan rumah-rumah bertingkat tersebut, tapi sangat disayangkan peluang tersebut di isukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengisukan bahwa pengusaha Singapore dan pimpinan perusahaan Tanjung Balai Karimun mau membuang limbah ke Pulau Rangsang, akhirnya program tersebut gagal dikarenakan banyak halangan dan hambatan.

Menurut Ketua Lembaga Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat, peluang tersebut sangat merugikan daerah dengan adanya isu-isu berita miring tersebut (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments