BNNK Ciamis Gelar Rakor Pengembangan Dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba Di Instansi Pemerintah


Tasikmalaya, LHI

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) Di Instansi Pemerintah, bertempat di salah satu hotel di Tasikmalaya. Selasa (28/9/2021)Sebanyak 30 orang peserta yang diundang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Ketua Tim Pelaksana P2M BNNK Ciamis, Yudi Sukmayadi, S.H., menjelaskan Rakor ini merupakan salah satu langkah untuk mensinergiskan upaya P4GN untuk mewujudkan lingkungan instansi pemerintah yang bersih dari narkoba, sekaligus mensinergiskan program kerja dalam upaya P4GN.

Lanjut Yudi, “Rakor ini untuk mengadvokasi instansi pemerintah secara bersama menyusun perencanaan kebijakan terkait Kota/Kabupaten tanggap ancaman narkoba, juga memberikan panduan teknis untuk melaksanakan kebijakan pemerintah dalam kaitannya dengan tanggap ancaman narkoba.

“Sehingga diharapkan akan terbangun satu komitmen dan sinergitas bersama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba”, tuturnya.

“Penanganan narkoba memerlukan sinergitas seluruh unsur. Karena narkoba merupakan masalah yang berdampak multidimensi. Ucap Kepala BNNK Ciamis”, Egkos Kosidin, S.Sos., M.Si., saat buka kegiatan Rakor.

Engkos mengatakan, “bahwa pemerintah telah menyatakan Indonesia masuk dalam situasi darurat narkoba, dari keadaan tersebut tidak ada jaminan bahwa satu lingkungan akan bebas narkoba.“Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa, ini terjadi tidak saja di indonesia tetapi di seluruh negara yang ada di dunia”, ucap Engkos

“Oleh sebab itu penanganannya pun harus secara multidimensi juga harus terintegrasi melibatkan seluruh unsur baik pemerintah, aparat penegak hukum, swasta juga masyarakat,” tambahnya.

“Terjalinnya kerjasama dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan BNN dalam melaksanakan program kerja dalam upaya P4GN sebagai bagian dari konsistensi  menanggulangi narkoba”, kata Engkos.

“Penanganan masalah narkoba tidak hanya bisa oleh BNN, Kepolisian, TNI saja namun perlu adanya kerjasama seluruh komponen masyarakat, instansi pemerintah, swasta terutama dalam hal pencegahan”, jelas Engkos.

Engkos menyampaikan bahwa bagaimana kita harus bersikap, bagaimana kita harus melakukan upaya-upaya secara bersam-sama dalam menanggulangi narkoba.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk peduli terhadap permasalahan narkoba baik di lingkungan pemerintah maupun di tempat masing-masing untuk mensinergikan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba.“Dimana strategi dan kebijakan saat ini yang terus dicanangkan yaitu program pembentukan Desa Bersih Narkoba (Bersinar)”, jelas Engkos.

“Berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bersama dan menyatukan kekuatan dalam menangani masalah narkoba serta untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba”, pungkas Engkos.

Dalam kesempatan ini beberapa peserta memberikan masukan dan menginformasikan pelaksanaan program P4GN yang telah dilaksanakan di lingkungan kerjanya diantaranya dari Lapas Kelas IIB Banjar, Lapas Kelas IIB Ciamis, Kejaksaan Negeri Ciamis, Kejaksaan Negeri Banjar, Kesbangpol Ciamis, Kesbangpol Banjar, serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis. (LUKMAN NUGRAHA/PROKOPIM)****

 

Post a Comment

0 Comments