Jembatan Penghubung Desa Kuala Merbau Dan Desa Tanjung Bunga Rusaknya Semakin Parah


Meranti LHI

Sudah puluhan tahun jembatan penghubung Desa Kuala Merbau dengan Desa Tanjung Bunga dan Desa Centai rusaknya semakin parah.

Jembatan penghubung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperlancar ekonomi masyarakat di desa-desa yang berdekatan dikawasan kecamatan Pulau Merbau sampai ke kabupaten!

Kecamatan Pulau Merbau puluhan desa pembangunannya sangat tertinggal, seperti jalan poros antar desa ke desa sampai kecamatan, jalan porosnya puluhan tahun rusak! Dipermukaan jalan poros tersebut besi-besinya timbul dipermukaan jalan. Ini sangat menjadi beban masyarakat dalam ber-lalu lintas membawa barang dagangan dan membawa hasil tani, maupun hasil nelayan masyarakat.

Untuk meningkatakan ekonomi masyarakat secara alami, sarana jalan poros dan jalan antar desa dan kecamatan sampai ke kabupaten, jalan tersebut harus diprioritaskan!

Hasil pantauan Lembaga Ikatan Pecinta Kedualatan Rakyat mengatakan kepada LHI di meranti “desa-desa di Kecamatan Pulau Merbau adalah daerah pertanian dan nelayan serta peternakan. Ini harus mendapat bimbingan dari pemerintah daerah kabupaten maupaun Provinsi Riau.

Pulau Merbau sangat berpotensi dibidang pertanian, perkebunan dan nelayan serta peternakan. Pulau merbau termasuk daerah terluar di meranti, karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka Malaysia, termasuk Pulau Rangsang. Sebenarnya pulau terluar di Kabupaten Kepulaan Meranti adalah tangggung jawab pemerintah pusat.

Gubernur Riau sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harus memperjuangkan daerah terluar di Meranti, termasuk wakil rakyat daerah maupaun pusat.

Riau adalah penghasil minyak bumi yaitu Blok Rokan di Riau penghasil gas terbesar! Sudah sewajarnya daerah terluar di kawasan perbatasan Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Pulau Merbau adalah garda terdepan melindungi pulau padang, teluk belitung penghasil minyak bumi! Karena desa kuala merbau, desa tanjung bunga, desa centai, desa semukut, semua tebing desa-desa tersebut dilembur ombak selat malaka setiap tahun sehingga pulau-pulau tersebut menjadi sasaran ombak Selat Malaka Malaysia! Oleh sebab itu petinggi –petinggi di Riau harus tanggap dengan pulau-pulau tersebut. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments