Gadis Pedagang Gorengan di Lampung Tengah Mendapatkan Beasiswa Study S2 di Tokyo Jepang



Lampung Tengah LHI.

Tak terpikirkan sebelumnya oleh seorang gadis muda bernama Mega Putri Amelya dikala mendapatkan Bantuan berupa uang saku dan Laptop baru sebagai alat bantu belajar oleh Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, S,Sos.

Hampir pupus semua impiannya dikala itu ia lulus sebagai Mahasiswa S1IPB (Predikat Cum Laude) yang mendapatkan  Beasiswa Study S2 KeTokyo Jepang, setelah menjalani berbagai Test ahirnya Mega yang kesehariannya pernah berdagang Gorengan demi membantu keluarganya dinyatakan harus segera berangkat ke Negeri Sakura untuk menjalani Beasiswa Study S2 nya, didalam kondisi keluarga yang terbilang kurang mampu Mega terpaksa hampir menyerah dan putus asa dikarenakan  syarat yang di tentukan oleh pihak penyelenggara.

Sebelumnya Mega Terdaftar sebagai Mahasiswa di IPB Bandung dengan Status Mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2016-2020. Sampai ahirnya ia mengikuti seleksi berkas dan setelah dinyatakan lolos seleksi berkas kemudian berlanjut ke seleksi wawancara yang dihadiri dan diuji oleh empat profesor dari berbagai universitas negeri di Jepang. Semua itu tentunya tidak mudah, namun melalui tekad yang kuat dengan niat memajukan daerah dan Indonesia, Mega akhirnya lulus dan diterima menjadi bagian dari mahasiswa di Tottori University setelah mengalahkan banyak kandidat. Kuota seleksi yang hanya diperuntukan untuk tiga kandidat terbaik di seluruh Asia bahkan dunia ini akhirnya dapat diisi dengan namanya.

Sayangnya, beasiswa tersebut memiliki sistem pembayaran diakhir (reimbusment), yang berarti Mega harus memiliki ‘modal awal’ untuk biaya akomodasi sebelum keberangkatan dan biaya hidup bulan pertama selama di Jepang.

Semenjak semester 4 saat kuliah di IPB dahulu, Ayah Mega  tidak lagi bekerja

karena faktor usia dan sakit, sehingga ekonomi keluarga menjadi terbatas. Sedangkan ibunya harus membiayai keluarga sehari-hari dengan menjual es batu dan menawarkan jasa menjahit baju. Kakak-kakak saya juga hanya merupakan pegawai honor yang

memilki gaji terbatas. Selain itu kondisi Pandemi Covid-19 juga ikut memperparah

kondisi ekonomi keluarga Mega. seluruh Keluarga kebingungan untuk memenuhi seluruh biaya awal yang harus di keluarkan untuk pergi melanjutkan studinya ke Jepang.

Namun saya tidak ingin menyerah, Mega memilki harapan besar untuk dapat mendapatkan biaya sebagai upaya pemenuhan segala akomodasi yang ada.

"Saya ingin mewujudkan mimpi saya sebagai peneliti yang dapat ikut andil menyelamatkan kekayaan alam di Indonesia, serta dapat mengharumkan nama daerah di mata Internasional", Imbuh sarjana muda yang pernah mendalami bidang Jamur tersebut.

Dengan tekad yang kuat ahirnya sampailah berita tersebut di telinga Pengurus KBSB (Keluarga Besar Sumatra Barat) Komisariat Terbanggi Besar yang ada di Lampung Tengah, sehingga memutuskan untuk memberikan masukan dan jalur agar dapat di teruskan ke Bapak Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, S.Sos.

Walau sebelumnya para Pengurus KBSB Komisariat Terbanggi Besar  Drs.H.Hatriopar, MM dan Bendahar H.Budi Murza ingin memberikan bantuan secara iuran pengurus (Dalam Rangka Program KBSB Komisariat Terbanggi Besar "Peduli Untuk Masyarakat Lampung Tengah" ) Program Pengurus yang baru. apabila belum ada respon dari pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Namum sepertinya keberuntungan milik gadis yang sering di sapa Mega, Melalui Firdaus Ali S,Sos Bapak Bupati merespon secara langsung dan mengundang Mega beserta Keluarga (Jumat 13 Agustus 2021) untuk hadir di kediaman Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah.

Setelah Berbincang-bincang sejenak dengan Bupati Lampung Tengah, Bapak Bupati Langsung Berinisiatif untuk memberikan bantuan secara Pribadi dan menambahkan Sebuah Laptop baru sebagai Penunjang belajar Mega nanti di Di Tokyo Jepang.

"Kalo sudah Begini Dana Pribadi saya saja, saya siap untuk Anak-anak yang berprestasi dan membawa nama baik Lampung Tengah". Ujar Bupati Lampung Tengah yang sering di sapa AHI Tersebut.(DEDY)

 

Post a Comment

0 Comments