Kepala Sekolah MTSN.1 Terbanggi Besar Lamteng Diduga Menjual Aset Milik Negara


Lampung Tengah LHI
.

Kepala Sekolah MTSN.1 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lekad Rahman diduga menjual sisa material pembongkaran bangunan kelas, saat Rehabilitas dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasyah di Kabupaten Lampung Tengah, tahun 2021 bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung.

Diketahui seKab.Lamteng, ada 2 MTSN, dan 1 MAN yang mendapat bantuan dari Dinas PUPR Provinsi Lampung, dengan anggaran sebesar Rp.2,7 millyar per sekolah madrasyah, salah satunya adalah MTSN.1 Terbanggi Besar, dengan jumlah renovasi 12 kelas, dimana 3 kelas dibangun bertingkat, dan 9 kelas sisanya dibangun kelas biasa. Dimana pekerjaan renovasi ruang kelas itu di kerjakan kontraktor pelaksana, PT. Barindo Prima Agung.

Dan konsultan pengawas, PT. Aritha Teknik Persada, sejak tanggal 20 April 2021 lalu, dengan lamanya pembangunan 210 hari (7 bulan).


Menurut informasi dari sumber yang enggan identitasnya di publikasikan, , Kamis 08 Juli 2021 menjelaskan bahwa, sisa material bongkaran 12 bangunan kelas yang lama di jual oleh Kepsek MTSN.1, seperti Kayu, Seng, Papan, Baja Ringan, dan lainnya. Tanpa adanya pemberitahuan, atau tembusan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), bahkan pihak Dewan Guru, dan Komite tidak di ikutsertakan dalam maksud penjualan sisa material itu.

"Saya beberapa kali melihat sisa material itu di bawa ke sesuatu tempat, tapi nggak tau persisnya di bawa ke mana. Tapi kalau saya dengar mau di bawa ke tempat orang sudah memesan barang material itu," ujar sumber.

Menurut keterangan Waka Sapras MTSN.1 Terbanggi Besar, Andrian saat di konfirmasi, Jum'at (09/07) mengaku bahwa sisa material bangunan itu di jual oleh Kepsek untuk membeli 1 unit bentor, yang nantinya akan di gunakan sebagai alat transportasi pembuangan sampah yang ada di sekolah itu.

"Kalau setau saya, sisa material itu memang di jual, dan dananya akan di belikan bentor, sebagai sarana pengangkut sampah di sekolah kita, karena kita memang sangat membutuhkan unit bentor itu," ungkap Andrian...(DDY)

 

Post a Comment

0 Comments