Tabungan Siswa SDN Di Wilayah Kec Cijulang Bermasalah, Diduga Koperasi Yang Dipercaya Mengelola Kolaps

Pangandaran, LHI.

Diduga Koperasi yang dipercaya mengelola uang tabungan siswa SDN di wilayah Kecamatan Cijulang kolaps, sejak tahun 2019 sejumlah wali murid harus harus gigit jari karena tabungan siswa yang di kumpulkan selama enam tahun tak kunjung cair. Seperti yang dikatakan Kepala Sekolah SDN 1 Cijulang, Syamsudin, S.Pd., dirinya membenarkan adanya masalah terhadap pembayaran uang tabungan siswa, hal itu diduga koperasi guru yang dipercaya mengelola uang tabungan kolaps.

"Memang benar permasalahan ini terjadi akibat kolaps nya koperasi guru TUGU Cijulang hingga untuk pembayaran tabungan siswa terkendala, sampai saat ini masih menunggu beberapa aset koperasi guru tersebut laku terjual," katanya. (09/06/2021). Dikatakannya lagi, " untuk para guru yang aktif di SDN I Cijulang tidak ada yang meminjam uang tabungan siswa jadi memang semuanya disimpan di koperasi guru TUGU Cijulang," paparnya.

Salah seorang orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya akibat kejadian tersebut. "Anak saya tahun 2019 lalu lulus dari SDN I Cijulang dengan jumlah tabungan sekitar 44 juta rupiah dan sampai saat ini masih sekitar 30 jutaan lagi belum terbayarkan padahal sudah dua tahun anak saya lulus dari SDN tersebut," ungkapnya. (10/06/2021).

Dia katakan lagi, "Saya sudah bosan menanyakan sisa uang tabungan anak saya ke SDN I Cijulang namun tetap jawabnya nunggu aset koperasi guru tersebut ada yang membeli, padahal saya nabung ke pihak sekolah SDN I Cijulang bukan ke koperasi selama enam tahun dan harusnya pihak sekolah harus bertanggung jawab," ucapnya. Dia katakan lagi, "Ada sekitar tujuh siswa yang sampai saat ini belum terbayarkan uang tabungannya sejak lulus tahun 2019 lalu, makanya saya dan orang tua siswa lainnya berencana mau menemui kepala dinas pendidikan kabupaten Pangandaran barangkali bisa memberikan solusi buat kami terkait masalah tabungan siswa yang sampai saat ini sisany as belum dibayarkan," tandasnya. (AS)*

Post a Comment

0 Comments