Jembatan Dukuh Dua Tidak Kalah Penting Untuk Dibangun, Warga Minta Pemdes Parakanmanggu Tidak Tebang Pilih


Pangandaran LHI

Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam rencana kerja Pemerintah Desa

Dalam perencanaan pembangunan yang menggunakan dana desa harus selalu memperhatikan skala prioritas yang sangat diperlukan masyarakat.

Namun ada yang aneh dengan pembangun yang bersumber Dana Desa Desa Parakanmanggu, Kata salah satu warga Dusun Dukuh Dua yang tidak bersedia di sebutkan namanya. Jum'at (11/6/2021)

Kata dia, jelas jalas sejak bulan Desember tahun 2020 jembatan yang berada di dusun Dukuh Dua Patah, dan jembatan tersebut sangat menunjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Dukuh Dua.

Anehnya, sudah jelas jembatan yang berada di dusun kami perlu di bangjn, tapi kenapa Pemerintah Desa malah memprioritaskan jembatan yang ada di Dusun Cimanggu, padahal menurut saya selaku masyarakat awam, jembatan di dusun Cimanggu masih layak untuk dilewati kendaraan, paparnya.

”Padahal skala prioritas itu artinya kebutuhan yang mendesak untuk kepentingan masyarakat, sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan dan dinikmati,” papar dia

Masih kata dia, kalau menurut kami pembangunan di Desa Parakanmanggu di ibaratkan hujan anu emblog emblogan, (bahasa Sunda),

Memang sih, jembatan di wilayah Dukuh Dua pun bisa di lewati karena sudah diganti pakai kayu kelapa, yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga Dukuh Dua, pungkasnya.

Sementara BPD Dusun Dukuh Dua  Iyus mengatakan, awalnya jembatan di wilayah Dusun Dukuh Dua dan Dusun Cimanggu sudah di anggarkan oleh Pemerintah Desa Parakanmanggu, namun berhubung masa Vandemi covid-19 belum berakhir akhirnya sebagian anggota dialihkan untuk menangani covid-19.

" Memang di awal saya menolak anggaran untuk jembatan dukuh dua di batalkan oleh Pemerintah Desa, bahkan saya sempat cekcok dengan BPD Cimqnggu, karena kami melihat jembatan tersebut sudah waktunya untuk dibangunkan, hanya saja saya tidak bisa berbuat banyak, karena itu sudah jadi keputusan.

Padahal jembatan ini sudahdi anggarkan dan jadi prioritas untuk di bangun, tapi anggaran di coret di alihkan untuk penanganan covid-19, tambah dia

Memang waktu berempug dengan kepala desa dan perangkat desa lainnya, Kepala Dusun Dukuh Dua mengalah untuk sementara tidak di bangunnya Jembatan Dukuh Dua, karena penanganan covid-19 pun tidak kalah penting, jelasnya.         

Padahal saat berempug saya mengusulkan, kalau bisa anggaran untuk penanganan covid-19 jangan dari mengambil dari anggaran untuk jembatan Dukuh Dua, karena sudah jelas jembatan tersebut patah dan segera harus di bangun, namun usulan saya gagal karena tidak sejalan dengan kepala dusun, tegasnya.

Iyus menambahkan, saat itu memang ada sebuah kesepakatan bawa pemerintah desa menganggarkan anggaran untuk perawatan jembatan Dukuh Dua sebesar Rp 5 dalam satu tahun, sebelum jembatan tersebut dibangun.

Mungkin Pemerintah Desa Parakanmanggu melihatnya dari sisi azas manfaat nya, sehingga jembatan di Dusun Cimanggu lah yang menjadi skala prioritas.

Sementara untuk jembatan di Dukuh dua mengkin azas kemanfaatannya hanya sekedar satu RT, padahal akses jembatan tersebut menyambungkan antara Dusun Dukuh Dua dengan Dusun Cimanggu,sehingga saya menilai pembangunan untuk jembatan Dukuh Dua tidak kalah pentingnya, imbuhnya.

Selain itu saya berharap, untuk tahun'anggaran 2022 pemerintah agar menganggarkan untuk pembangunan jembatan di Dusun Dukuh Dua, pungkasnya.

Hingga pemberitaan ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak pemerintah desa Parakanmanggu. (AS)*

 

Post a Comment

0 Comments