Sekertaris Poktan Tunas Mekar 1 Sukahurip Mengaku Kebagian Rp 5 Juta Dana Bantuan Asuransi Usaha Tani Padi


Pangandaran LHI

Terkait dugaan bancakan dana bantuan Asuransi Usaha Tani Padi yang disalurkan ke Kelompok Tani (Poktan) Tunas Mekar 1 menuai polimik di kalangan masyarakat. Pasalnya bantuan tersebut diduga tidak transparan juga diduga jadi Bancakan oleh sekelompok orang yang menjadi pengurus.

Padahal bantuan tersebut di turunkan melalui bantuan AUTP yang peruntukanya untuk membantu petani yang gagal panen akibat kekeringan.

Dalam hal ini menimbulkan kekecewaa terhadap para pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang di duga sudah menyalah gunakan wewenangnya, atas kejadian itu Sekertaris Kelompok Tani Tunas Mekar 1 angkat bicara.

Saat di temui di rumahnya, Rehan selaku Sekertaris Kelompok Tani Tunas Mekar 1 mengakui adanya bantuan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dicairkan pada tahun 2020.

Rehan juga mengatakan, memang cairnya bantuan tersebut tidak banyak orang yang mengetahuinya, hanya kita kita saja yang tahu (Kepengurusan).Karena memang sengaja kita dari pengurus Poktan tidak memberi tahu anggota, karena kerap kali di ajak rapatpun selalu tidak hadir,

Rehan juga mengakui dirinya dan bendahara kebagian uang Rp 5 Jutaan, sisanya ada di Rekening Kelompok, jelasnya.

Rehan menjelaskan, bahwa pihaknya mengajukan bantuan Asuransi Usaha Tani Padi dengan luas hamparan 10 Hektar, dengan jumlah penggarap 70 orang, sementara yang tercatat pada proposal pengajuan ada 15 orang.

"Bantuan Asuransi Usaha Tani Padi itu sipatnya hibah, jadi terserah kami mau diapapun uang itu, uang itu kan pengelolaannya terserah kelompok, memang di sini ada seseorang yang merasa syirik atas cairnya bantuan ini, padahal dia buka anggota kami.

Sekarang uang itu kami kelola untuk simpan pinjam, dan keberadaan uang tersebut di ketahui PPL dan pengurus Poktan Tunas Mekar 1, katanya.

Gak usah reseh lah, cairnya bantuan ini kan untuk Poktan Tunas Mekar 1, lagian asuransi ini kita bayar iuran pada setiap musim tanam, kita bayar permusim tanam sebesar Rp 230 rebu.

Saat di hubungi melalui telepon seluler salah satu petugas PPL Amir guna klaripikasi tidak merespon. (AS)

 

 

Post a Comment

0 Comments