Jalan Ke Rumah Milik Warga Di Benteng Setinggi 2,5 Meter, Pemdes Karangbenda Turun Tangan Mencari Solusi

Pangandaran, LHI.

Sudah dua Minggu ini, Muslih dan keluarganya sebagai pemilik rumah yang merupakan warga Pangandaran kebingungan untuk keluar dan masuk pelarangan rumah, pasalnya akses jalan keluar masuk rumah ditup benteng setinggi 2,5 Meter oleh pemilik tanah yang merupakan tetangganya. Atas kejadian tersebut menjadi viral di media sosial, upaya upaya mediasi pun di lakukan oleh pemerintahan dari mulai tingkat RT hingga pemerintah desa. Jumat (2/4/2021).

Diketahui pemilik tanah dan pemilik rumah bertetanggaan, keduanya merupakan warga Dusun Pamagangan RT 04 RW 13 Desa Karangbenda, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Saat di temui Ketua RT 04 RW 13 Abuy mengatakan, pihaknya selaku orang yang di tuakan di wilayah tersebut sudah melakukan mediasi, karena atas kejadian ini sangat memalukan semua pihak, apa lagi wiyah desa Karangbenda khususnya di dusun pangandaran rasa persatuan dan kesatuannya masih kental.

Masih kata Abuy, pihaknya juga sudah melaporkan ke pihak pemerintah desa, untuk segera menyikapi dan menindak lanjuti permasalahan ini, jangan sampai berlarut larut. "Abuy menambahkan, saya selaku ketua RT di sini memiliki tanggung jawab besar atas kejadian yang menimpa warganya, sehingga alternatif alternatifnya sudah kita siapkan, seperti apabila pemilik tanah bersikeras dan tetap tidak memberikan akses jalan ke rumah milik Sdr Muslih, kita akan mengambil solusi membuka jalan baru.

Pada kesempatan yang sama, Kasih Senjaya selaku Kepala Desa Karangbenda mengatakan, mengenai kejadian ini, saya selaku Kades Karangbenda tentunya merasa prihatin, pasalnya masyarakat Desa Karangbenda selama ini terkenal kental di bidang etika dan sopan santunnya terhadap sesama. "Untuk menindak lanjuti persolan ini insyaaloh dalam waktu dekat kita akan mencoba mempasilitasi dan memediasi mencari jalan keluar yang terbaik, tambahnya.

Kasih menjelaskan, memang mediasi dan mencari solusi sudah dilakukan oleh pihak RT dan Kepala Dusun Pamagangan, namun belum menemui titik terang. Tentunya kejadian ini menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua, semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari, pungkasnya. (AS)*

Post a Comment

0 Comments