Beras Bantuan Korban Banjir di Desa Maruyungsari Di Duga Tidak Layak Konsumsi, "Ini Penjelasannya


Pangandaran LHI

Pemberitaan soal beras bantuan untuk korban banjir di wilayah Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran di beberapa media online bukan hanya menjadi konsumsi warga net,namun menjadi perbincangan di kalangan masyarakat yang terdampak banjir, Hal tersebut dikarenakan kondisi beras tersebut diduga tidak layak di konsumsi karena berwarna hitam, dan agak bau.

Seperti yang di lansir di media online faktualjabar.com, dengan judul berita "Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Dikeluhkan Warga Desa Maruyungsari" yang terbit tanggal 15 April 2021.

Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tersebut merupakan pengajuan dari Pemerintah Desa Maruyungsari kepada Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran yang di usulkan kembali ke Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Namun pada kenyataannya beras bantuan yang diberikan diduga tidak layak untuk di konsumsi, hal itu di lihat dari sample yang dipegang awak media faktualjabar.com, dari sample beras tersebut tampak warnanya yang kegiatan hitaman serta agak bau.

"Untuk konsumsi pun harus disertai atau dicampur beras jenis medium 2 banding 1, artinya 2 beras medium baru dan 1 beras bantuan bulog” kata Yani warga Desa Maruyungsari RT 13,RW 06.

Saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusyana, SP, Selasa (20/04/2021) menyampaikan bahwa "beras tersebut merupakan bantuan dari Provinsi yang disalurkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Ciamis dan bukan acara dari Pemerintahan Kabupaten Pangandaran", ungkapnya.

Lebih lanjut Rusyana mengatakan bantuan tersebut hasil dari kajian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pangandaran, bahwa Desa Maruyungsari masuk ke kategori Desa rawan bencana banjir. Terkait untuk kerjasama itu kewenangan dari pihak Provinsi dan Bulog Kabupaten Ciamis, tutupnya. Hingga pemberitaan ini terbit pihahak media belum meminta keterangan resmi dari Bulog Ciamis.(AS).

 

 

Post a Comment

0 Comments