Rudi M.H Kabag Humas Kantor Bupati Meranti Tidak Layak Sebagai Pengguna Anggaran di Sektor Humas


Meranti LHI

Ketua Lembaga Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat mengatakan kepada LHI “Jawaban Kabag Humas kantor bupati sangat tidak profesional, sewaktu awak media Poniatun menanyakan pembayaran ADVERTORIAL yang sudah dimuat di Media Lintas Hukum Indonesia dan Lintas Pena, yang diserahkan Sekda Meranti kepada Rudi,M.H waktu lalu. Tapi sangat disayangkan jawaban Rudi,M.H kepada awak media Poniatun mengatakan bahwa uang insentif kami saja dua bulan belum dibayar! Apa sangkut pautnya uang insentif dengan pembayaran ADVERTORIAL? Malah mau menggugat Poniatun awak media, ini sangat tidak layak jawaban seorang pejabat, jangan ada dugaan seperti penjahat berdasi.

            Kabag Humas di Sekretariat Daerah adalah corong pemerintah daerah harus memberi ruangan untuk bermusyawarah dan mufakat untuk mencari solusi jalan yang terbaik, bukan sebaliknya! Mengedepankan kekuasaan. Uang yang dikelola itu adalah uang rakyat yang disahkan oleh wakil rakyat termasuk pejabat mengabdi kepada negara dan rakyat”. Imbuh Ketua Lembaga Ketua Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat

Sekecil apapun masalahnya harus dipertanggungjawabkan, jangan seperti permainan bola, opor kesana opor kesini, yang lebih parah lagi OPD yang sangat bergengsi yaitu kantor BPKAD Meranti mematikan langganan surat kabar dengan alasan uang tidak ada untuk membayar langganan koran! Ini sangat memalukan, zaman penjajah saja surat kabar sudah beredar.

            Surat kabar adalah sarana penyebarluasan informasi disegala bidang disetiap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sampai ke kabupaten di daerah maju dan berkembang mempublikasikan kegiatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mengutip sebuah kalimat dari panglima di sebuah negara dalam isi bukunya mengatakan “Dia lebih takut selembar surat kabar dari pada seribu bionet”, begitulah dia menganggap kekuatan sebuah media surat kabar! Anehnya oknum pejabat Meranti mematikan langganan koran inilah yang dikatakan pembodohan yang dilakukan Kabag Humas Meranti, ibarat kata sesepuh tua “Jangan ada dugaan seperti katak dalam tempurung”. (RAMLI ISHAK)

 

 

Post a Comment

0 Comments