Jaring Aspirasi Masyarakat, Bayu Himawan Ramantika Reses di Gedanganak


Ungaran,LHI

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Bayu Hermawan Ramantika, ST menjaring aspirasi masyarakat dalam reses yang dilaksanakan di kediamannya di jalan Jenderal Sudirman No. 2, Desa Mijen Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (14/2/2021) pukul 11.00 WIB.

Dalam paparannya, Bayu mengatakan, masa reses sidang pertama tersebut merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bentuk komunikasi untuk membuat program kerja dalam segala bidang yang akan direncanakan di tahun berikutnya."Jadi untuk tahun depan kita punya program kerja apa, kalau program kerja yang di tahun ini, itu memang sudah menjadi perda, sudah dipastikan yang merupakan perencanaan yang dilaksanakan dari tahun kemarin sebelumnya," terangnya.

"Untuk program kerja tahun kemarin, salah satu contoh untuk kelurahan Gedanganak sudah ada beberapa titik atau lokasi yang disurvey oleh konsultan bersama DPU yang ditemani oleh tokoh masyarakat setempat mungkin dari pak RW pak RT, nah itulah yang akan dilaksanakan direalisasikan di tahun ini," katanya.

Di masa pandemi seperti saat ini, Bayu juga menyampaikan kalau program kerja yang sudah direncanakan banyak yang ditunda karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19."Memang tahun kemarin ada terjadi penundaan, hal tersebut dikarenakan adanya pergeseran anggaran yang merupakan perintah dari kementerian keuangan karena ada peraturan presiden alasannya anggaran-anggaran di kabupaten kota supaya digeser dialihkan untuk membiayai penanggulangan Covid-19," ungkapnya.

"Apa yang terjadi di Kabupaten kita, sebagian besar anggaran pembangunan yang sudah diparkir di Dinas Pekerjaan Umum itu seratus persen anggarannya digeser. Jadi pembangunannya tertunda, otomatis di lingkungan kita di Kelurahan Gedanganak juga ada berapa titik seratus persen ditunda semua," tambah Bayu.

Menurut Bayu, di akhir tahun kemarin pada program anggaran ada sebagian yang sudah dicairkan itupun hanya yang hibah, tempat ibadah, kelompok seni dan kelompok olahraga.

Kemudian untuk menjadi evaluasi, ada terjadi beberapa fasilitasi untuk hibah yang ternyata tidak bisa dicairkan karena dari kelompok tersebut tidak mengawal pembuatan proposalnya sampai dengan selesai sampai dengan membuat rekening di Bank.


"Dan yang menjadi evaluasi kita supaya kedepan jangan sampai terjadi seperti ini, sangat disayangkan anggaran yang sudah disediakan ternyata tidak terpakai dan kembali masuk ke kas daerah," harapnya.

Yang terpenting kata Bayu, di masa pandemi saat ini, dirinya mengajak seluruh masyarakat agar mentaati protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. "Kemudian juga kita masih prihatin dengan situasi Covid seperti ini, mari kita bersama-sama dari diri kita masing-masing untuk bisa menjaga diri dan keluarga kita, marilah kita terapkan protokol kesehatan karena Covid ini dampaknya amat sangat luas. Kalau dulu sepengertian kita, Covid itu akan berdampak berat bagi orang yang mempunyai penyakit penyerta, tetapi dengan berjalannya waktu orang sehatpun bisa berdampak berat," tuturnya.

Selain itu, Bayu juga mengajak masyarakat untuk selalu mendukung program vaksinasi dari pemerintah agar virus Covid-19 bisa cepat hilang."Adanya program vaksinasi dari pemerintah mari kita dukung, berikan suatu pengertian kepada diri kita bahwasanya Covid-19 itu dinamis, tidak menutup kemungkinan vaksinnya juga kita harus selalu tau pola seperti apa vaksin yang cocok, mungkin saat ini vaksin yang dilaksanakan pemerintah sudah cukup. Kita berdoa saja semoga virusnya tidak tambah pinter, nah kalau dia tambah pinter, kita harus berfikir membuat vaksin yang bisa menandingi ini, makanya kita ikuti dulu apa yang sudah menjadi program pemerintah," bebernya.

Kemudian di bidang pendidikan karena masih di masa pandemi, Bayu mengatakan untuk saat ini memang pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan, hal tersebut menurutnya masih sangat beresiko apabila memaksakan para siswa untuk belajar tatap muka.

"Di masa pandemi, untuk saat ini putra putri kita belum bisa belajar dengan tatap muka di sekolah. Memang kondisinya memang belum memungkinkan, mohon agar kita bisa lebih sabar untuk mendidik putra putri kita di rumah karena memang masih sangat beresiko kalau putra putri kita bertatap muka di sekolah dalam kondisi sekarang," paparnya.

Selanjutnya, untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat, khususnya di kelurahan Gedanganak, Bayu akan meneruskan kepada pemerintah supaya program kerja yang sudah ditetapkan bisa semuanya terealisasi.

"Tadi saya sudah banyak berkomunikasi dengan Bapak-bapak, dan itu juga sudah menjadi masukan kami, dan ini saya sampaikan sedikit bahwasanya kami berharap sampai dengan saat ini sudah ada masuk data kepada kami tentang program kerja di lingkungan Gedanganak untuk tahun 2022, baik itu pembangunan fisik atau kegiatan non fisik. Ini hanya untuk awal, kita harus memasukkan usulan ini di dalam sistem informasi pembangunan daerah, jalan masih panjang, tetapi kalau tidak kita awali ya tidak bisa masuk, kalau belum diusulkan ya tidak mungkin bisa dianggarkan dan itu butuh proses yang panjang," pungkasnya.Sementara itu, perwakilan masyarakat Gedanganak, Panggih, kepada awak media mengatakan bahwa aspirasi dari warga sudah ditampungnya dan akan disampaikan kepada anggota Dewan supaya pembangunan di wilayahnya bisa tercover dan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

"Saya diminta untuk menampung aspirasi dari masyarakat kelurahan Gedanganak. Semua aspirasi kita rekap setelah itu kita sampaikan ke pak Bayu. Ya istilahnya untuk pembangunan di wilayah Gedanganak bisa tercover dan bisa dirasakan oleh semua wilayah yang ada, terutama dari RW 1 sampai RW 10," ungkapnya.(PURNOMO)***

 

Post a Comment

0 Comments