Bentuk Kekecewaan, Warga Tuntut Kades Pangandaran Mundur Dari Jabatannya


Pangandaran LHI

Adi Fitriadi Kepala Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran  diduga tidak transparan dalam mengelola anggaran pemerintahan Desa, hal itu memicu munculnya mosi tidak percaya dari masyarakat.

Kekecewaan warga dan tokoh masyarakat atas tindakan Kades tersebut terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, sehingga, mengundang beberapa tokoh masyarakat mengguruduk dan menduduki kantor Desa Pangandaran, kejadian tersebut terjadi sekita jam 10:30, Jumat (5 Pebruari 2021).

Mereka menggelar audensi dan menuntut Adi Fitriadi selaku Kades untuk mundur dari jabatannya, hal itu diperkuat oleh beberapa warga sudah menandatangani menyatakan mosi tidak percaya di atas bander berukuran 2m x 80 cm, hal itu disampaikan Maman Dodi saat memberikan keterangan kepada wartawan LHI melalui telpon WhatsApp pada Senin sore (5 Pebruari 2021).

Bukan hanya warga namun para RT/RW dan perangkat desa juga turut menyampaikan kekecewaannya dengan ikut menandatangani Bender yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap seorang pemimpin.

Maman Dodi juga mengatakan, kedatangannya bersama para warga bertujuan mendesak Kepala desa untuk mundur'di karenakan dianggap tidak becus mengurus roda pemerintahan.” katanya.

Menurut Maman, dengan terpaksa kami menyegel kantor desa bentuk protess kepada kepala desa karena dianggap tidak bisa memimpin pemerintahan desa.

Adapun tuntutan tersebut disampaikan oleh warga karena mereka sudah kesal dengan ulah Kades yang dituding kurangnya transparansi dalam mengelola anggaran pemerintahan desa.

Maman menambahkan, Desa Pangandaran ini aikonya desa desa yang lain di kabupaten Pangandaran, namun kenyataannya Desa Pangandaran malah mengalami kemunduran.

Maman juga menyampaikan, selama ini Kades Pangandaran dianggap sering mengambil kesimpulan sendiri atau tanpa musyawarah dalam mengambil keputusan, sehingga menimbulkan reaksi warga.

Bahkan setiap kegiatan, BPD jarang dilibatkan sehingga sering bentrok, sehingga ada kegiatan pembangunan insfratuktur yang hingga ganti tahun belum terbangun, jelas Maman.

"Yang lebih lucu, saat warga datang ke kantor Desa Pangandaran, Kades malah pergi meninggalkan warganya yang menginginkan kejelasan, sehingga warga bertindak menyegel kantor desa, tuturnya.

Merasa tidak puas karena Kades tidak ada di kantor, puluhan warga langsung mendatangi rumahnya, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat, entah kemana, pungkas Maman.Hingga pemberitaan ini terbit pihak awak media belum mendapatkan keterangan dari kepala desa. (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments