Berbau Tak Sedap, Pemilik Ternak Unggas Diprotes Warga Desa Pundung Putih, Kelurahan Gedanganak


Ungaran, LHI

Karena mengganggu dan menimbulkan bau tak sedap, seorang peternak unggas di Desa Pundung Putih, Kelurahan Gedanganak,Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, diprotes warga Masarakat.Senin/25/01/2021.Peternakan unggas milik Hanafi itu  memang cukup banyak, dan berada di kawasan permukiman penduduk.

Bahkan menurut keterangan  warga sekitar kandang bernama Pariyanto,ia sangat merasa terganggu sekali dengan keberadaan ternak tersebut,pasalnya ternak unggas milik hanafi itu menimbulkan bau yang menyengat dan tidak sedap.

" Apalagi di sekitar kandang itu banyak anak kecil yang rentan terkena penyakit, pastinya saya sebagai warga tidak setuju ternak tesebut berada disitu,"jelasnya kepada media.

" Kan harusnya pemilik ternak itu tau diri, tidak perlu sampai di protes oleh warga, karna lokasi itu bukan lokasi ternak tapi tempat permukiman warga"ungkapnya.

Senada dengan Pariyanto,salah seorang warga bernama Bambang, mengatakan, pulusi udara yang di timbulkan ternak milik Hanafi itu memang Sangat mengganggu pernafasan,dan saya menginginkan secepat mungkin ternak itu harus pindah. "Kami sebagai warga menginginkan persoalan ini dapat di selesaikan secara baik, oleh karena itu kami bersama warga yang lain menemui Bapak selaku pemilik ternak dan kami siap membantu untuk memindahkan ternak tersebut,"tegasnya.

Sementara itu Ketua RT, Munali yang saat itu ikut hadir meminta kepada Hanafi selaku pemilik ternak agar sesegera mungkin memindah ternaknya,sebelum warga menjadi semakin geram."Saya sebagai Ketua Rt  meminta kepada bapak, sesuai dengan surat pernyataan yang bapak buat,didepan Rt,Rw Kamtib, Babin, dan juga tenaga dari Dinas Kesehatan.Bahwa Bapak akan memindah ternak bapak jika warga merasa terganggu,"tuturnya.

Ketika di mintai tanggapan terkait permintaan warga tersebut Hanafi  bersikukuh bahwa ternaknya tidak mengganggu, "Kalau keberadaan ternak saya mengganggu silahkan hadirkan pihak - pihak yang terkait "ungkapnya

"Karna saya berpendapat keberadaan ternak saya tidak mengganggu, justru bisa membatu masarakat.Kalau ada warga yang butuh bibit, bisa minta ke saya, atau kalau ada warga yang mau memelihara ternak juga bisa pelihara di tempat saya"lanjutnya.

"Tapi bila warga menginginkan ternak saya di pindah,saya bersedia tapi saya minta waktu, karna ternak saya masih dalam proses penjualan dan saya juga masih menunggu pembeli,"tuturnya. (PURNOMO)***

 

 

Post a Comment

0 Comments