50 Tenaga Kesehatan Covid RSUD Banjar 2 Bulan Belum Di Bayar, Ini Masalahnya

Banjar, LHI,- Insentif tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 di RSUD Kota Banjar selama dua Bulan Juli dan Agustus 2020 belum di bayarkan kepada 50 Orang tenaga honor. Berdasarkan rujukan KMK nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota berhak mendapatkan insentif dengan besaran nominal Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) per bulan.


Sampai berita ini diturunkan pada Selasa (06/10/2020) menurut Iwan Herdiwan Susanto warga Rawa Onom Banjar menerangkan bahwa insentif tersebut belum ada pencairan. 


"Biasanya setiap bulan insentif tersebut dibayarkan, Bulan Juli-Agustus belum juga padahal sekarang sudah Oktober. Ini sudah masuk bulan ke empat terhitung dari Juli, padahal tenaga kesehatan kan garda terdepan dalam penanganan pasien Covid". Kata Iwan.


Direktur BLUD RSUD Kota Banjar drg. Eka Lina Liandari, M.MRS saat ditemui LHI di kantornya (06/10/2020) menerangkan bahwa keterlambatan pembayaran tenaga kesehatan penanganan Covid di sebabkan belum selesainya pendataan dari per ruangan pasien yang ditangani.


"Manajemen RSUD menerima lapioran data yang terkumpul dari per ruangan, nah kalau selesai data tersebut telah terkumpul, baru kita mengajukan untuk pencairan. Jadi kami tidak mungkin mengajukan tanpa ada data". Kata Dirut RSUD Banjar drg. Eka Lina Liandani, M.MRS.


Ketika ditanya terkait kapan perkiraan pembayaran kepada honor tenaga kesehatan yang 50 orang, Dirut RSUD Banjar menjawab bahwa hal tersebut tidak ada acuan waktu, akan tetapi jika data laporan sudah di terima maka akan langsung di ajukan agar cepat dapat di cairkan. 


Iwan berharap agar pembayaran insentif untuk honorer ke 50 orang tenaga kesehatan penanganan Covid di RSUD Banjar untuk dapat segera di cairkan. Begitupun dengan pengumpulan data tersebut agar dipercepat mengingat sudah mundur tiga bulan lebih. 


Iwan menegaskan hal terkait insentif honorer tersebut diketahuinya dari saudaranya yang bekerja sebagai tenaga kesehatan (honorer) di RSUD Banjar. Biasanya menerima insentif sebesar Rp. 4.000.000., (Empat Juta Rupiah), iwan hanya mengharapkan adanya percepatan pembayaran insentif kepada tenaga honorer yang mana dirinya merasa kasihan kepada semua 50 tenaga honor kesehatan. Efek Covid tentu saja secara otomatis berdampak kepada semua kalangan termasuk para honorer tenaga kesehatan penanganan Covid-19 sebagai pasukan terdepan. "Sudah seyogyanya lebih di perhatikan". Tutup Iwan. (E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments