Ratusan Pegawai Pemkot Bandung Terkonfirmasi Positif Covid-19

 


Bandung, LHI

Hasil Swab test masal yang dilakukan Pemkot Bandung belum lama ini, sebanyak 117 pegawai terkonfirmasi positif Covid-19.Kepala Bapelitbang Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menjelaskan, 117 pegawai tersebut terdiri oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Non ASN yang bekerja dilingkungan kerja Pemkot Bandung. “Positif 117, tapi masih memerlukan penyelidikan epidemiologi karena belum dipilah apakah penduduk kota bandung atau bukan. Karena yang bekerja dilingkungan Pemkot Bandung bukan saja penduduk ber-KTP Bandung,” ujarnya.

            Ahyani mengatakan, 117 pegawai yang terkonfirmasi Positif Covid-19 merupakan hasil pemeriksaan intensif terhadap 1.950 pegawai yang tersebar di 39 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandung. “Ini merupakan konsekuensi dari swab test massal, terutama bagi kelompok – kelompok risiko adanya penularan Covi-19 Kota Bandung.

            Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, sistem WFH dipilih Pemkot Bandung dikarenakan pelayanan publik harus tetap berjalan ditengah pandemi Covid-19. “Pelayanan Publik harus tetap terjaga. Karena pelayanan publik merupakan hak masyarakat yang harus kita kerjakan. WFH adalah pilihan terbaik untuk tetap memberi pelayanan bagi masyarakat,” terang Ema

“Untuk yang terkonfirmasi positif Covid-19, harus fokus isolasi dan menjaga dirinya agar tidak menularkan virus ke orang lain. Misalnya dirumahnya dia tinggal bersama anggota keluarga lainya, sebisa mungkin agar tidak melakukan kontak langsung,” kata Ema

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Teddy Rusmawan mengaku prihatin mendengar kabar terkait 117 pegawai dilingkungan Kerja Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19.

Demi menekan risiko penularan Covid-19, Teddy mengharapkan Pemkot Bandung untuk semakin mendisiplinkan para pegawai, khususnya untuk mematuhi protokol kesehatan. “Pemkot Bandung harus disiplinkan para pegawainya, khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara). Karena jumlah terkonfirmasi positif baru – baru ini cukup signifikan,”tuturnya

Sementara terkait masih banyaknya warga yang berkerumun di ruang publik, khususnya pada malam hari, Teddy menyatakan pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung, tengah mewancanakan untuk menerapkan jam malam. “Kalau warga masih saja bandel, tidak disiplin protokol kesehatan, bisa jadi dalam pertemuan Forkopimda selanjutnya akan dikeluarkan kebijakan jam malam di Kota Bandung,: tegasnya (SUSANTI)***

Post a Comment

0 Comments