Daya Beli Dan Lapangan Kerja Rendah, Dinas KUKMP Banjar Latih Pelaku UKM Untuk Mampu Bersaing Dan Akses Modal

Banjar, LHI,- Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar H. Edi Herdianto, S.Sos., menutup kegiatan  pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Koperasi dan UKM ( DAK non fisik ) Sub kehgiatan kewirausahaan dengan peserta 30 pelaku UKM asal Kota Banjar yang dilaksanakan selama 3 Hari bertempat di Aula Rm. H. Dian pada, Kamis (24/09/2020).


Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar H. Edi Herdianto, S.Sos., yang baru saja di lantik mengutarakan kepada LHI, bahwa dalam kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya Manusia para pelaku UKM dimaksudkan guna peningkatan dalam hal pengelolaan usaha suatu produk. 


"Ilmu pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mengelola suatu produk usaha UKM untuk bisa bersaing. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan jaman maka kita akan ketinggalan". Kata Edi.


Edi mensinyalir pembangunan mental bisnis dalam kewirausahaan merupakan hal yang utama, banyak pelaku UKM yang terdampak Covid-19. Dimasa pandemi para pelaku UKM jangan putus asa, justru harus melakukan antisipasi baik secara pemasaran maupun stok produksi. Pihaknya siap membantu akses permodalan baik ke per Bankan maupun bantuan program perkonomian dari Pemkot Banjar dan pusat.


"Perijinan legalitas UKM-UMKM adalah gratis, lengkapi izin tersebut. Apabila omset sedang turun sebaiknya jumlah volume produksi di sesuaikan. Kami Dinas KUKMP Banjar memberikan fasilitas pemasaran produk di beberapa Toserba di Kota Banjar termasuk mulai Oktober bagi produk yang telah memenuhi izin akan kita beli". Ujar H. Edi Kadis KUKMP Kota Banjar.


Dinas KUKMP Kota Banjar memiliki anggaran dari dana DID tambahan dalam upaya untuk pemulihan ekonomi rakyat. Pihaknya sedang menggodok formula program tersebut agar dapat tepat sasaran, sama halnya untuk program 2021. Edi berharap dari pelatihan UKM dapat mandiri dan berdaya saing tinggi baik secata pemasaran online maupun berjualan langsung. 


Sudah merupakan keharusan, Pemerintah Kota Banjar menggenjot perekonomian dan Dinas KUKMP Banjar terdepan dalam upaya peningkatan sektor UKM, Perdagangan. Banyak usaha masyarakat yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19 yang masih belum tahu kapan usai. 


Hal yang sangat miris bahwa Kota Banjar sendiri sangat lemah dari sektor daya beli masyarakat dan saat ini UMR Kota Banjar masih terendak se-Jawa barat. Belum ada hal yang luar biasa secara besar - besaran dari Pemerintah Banjar dalam program sektor perekonomian rakyat. Kota Banjad berdiri 17 Tahun berjalan, selain itu di akibatkan sangat kurangnya lapangan pekerjaan dan belum ada investor yang bergerak di sektor Perekonomian. (E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments