KOTAKU Wujudkan Tata Ruang Sudut Kota Banjar Jadi Asri, Pelihara Bersama Mulai Dari Hati Kita Jangan Kumuh

Banjar - Jabar, LHI,- Program KOTAKU kali ketiga tahunnya berjalan menata pemukiman sudut - sudut wilayah Pemerintahan Kota Banjar Jawa Barat. KOTAKU merupakan program Pemerintah Pusat (PUPR) dibawah Dirjen Ciptakarya yang bertujuan untuk penataan Kawasan Permukiman kumuh. Kriteria kumuh ada 8 indikator ; 1. Kondisi penyediaan air minum 2. Kondisi jalang lingkungan 3. Kondisi gedung 4. Kondisi drainase 5. Kondisi pengelolaan air limbah 6. Kondisi pengelolaan persampahan 7. Kondisi proteksi kebakaran dan 8. Ruang terbuka hijau.

Dinas PUPRPKP Kota Banjar dalam hal ini Bidang Tata ruang Kota Banjar pada Tahun 2019 mendapat intervasi program KOTAKU dari PUPR pusat di delapan Desa/ Kelurahan yaitu ; Mekarsari, Pataruman, Sinar tanjung, Rejasari, Kujangsari, Bojong kantong, Muktisari dan Waringin sari dengan dana total dari pusat sejumlah Rp. , miliyar.

Kepala Dinas PUPRKP Kota Banjar Ir. H. Edi Djatmiko melalui Kabid Tata ruang Acep Daryanto menjelaskan, bahwa program KOTAKU setelah berjalan harus sesuai dengan Renja dan Renstras masing - masing Desa/ Kelurahanya karena setelah lepas di bangun oleh PUPR pusat tentu saja perawatan dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa/ Kelurahan. Hal senada di ungkapkan oleh Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana dan Kadis PUPRPKP Banjar pada pertemuan pelatihan Lurah/ Kades Cluster,  "Jangan hanya membangun saja akan tetapi perlu dimatangkan untuk perawatan kedepanya".

Kabid Tata Ruang Acep Daryanto menerangkan kepada LHI, Program KOTAKU sebagai ikonnya adalah program penyediaan air bersih dan ini menjadi landasan utamanya untuk capaian 100-0-100. Program KOTAKU 2019 di Banjar tersisa 46,40% sisi kumuhnya menurut Dani Wakil Askot Kotaku di taksir akan beres yang mana terdukung atas adanya kolaborasi Opd - Opd lain seperti Dinkes, Baznas, Dinas LH dan lainnya.

Acep menegaskan prihal sisi kumuh di iyakanya pada 2019 rampung, akan tetapi secara umum makna kumuh itu sendiri tidak akan tuntas begitu saja. Pola pikir dan pola hati kebiasaan masyarakat Kota Banjar juga jangan sampai masih kumuh dan ini merupakan PR bersama, hal lainnya kita tidak akan tahu kedepanya. Sudut -sudut kumuh dapat terjadi akibat cuaca alam dan pola kebiasaan masyarakat.

"Kita bersama tetap harus saling menjaga keberlangsungan hasil program Kota tanpa kumuh (Kotaku) ini, agar tetap memenuhi 8 unsur minimalnya 7 unsur Kotaku dari tujuan dasar. (Eky)






Post a Comment

0 Comments