Pembangunan Jembatan Leuwilame Jadi Sorotan Tokoh Masyarakat Desa Mekarwangi


Pangandaran LHI
Pentingnya masyarakat berperan aktif dalam pengawasan penggunaan dana desa, agar pelaksanaan pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik dan bebas korupsi.
            Hal itu diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Mekarwangi yang tidak bersedia di sebut namanya  kepada LHI lewat pesan whatsapp. Bahkan dirinya mengkritik pembangunan jembatan Leuwilame yang berada di desanya yang di anggap kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat Sekitar, Selasa (20/8).
            Tokoh masyarakat tersebut di atas menjelaskan di lapangan proyek pembangunan Jembatan Leuwilame terdapat kerancuan, diantaranya TPK tidak ada pembentukan kepanitian TPK dan di sana ada swadaya yang seharusnya tidak ada swadaya, paparnya.
“Proyek pembangunan jembatan Leuwilame yang menghubungkan dua desa itu memakan biaya Rp 873,765,000, yang bersumber dari Dana Desa RP 700,000,000 di tambah swadaya Rp 173,765,000, para pekerjanya kita memakai dari dua desa, itu hasil kesepakatan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), “kata Dede selaku Ekbang Desa Mekarwangi kepada LHI di lokasi pembangunan jembatan, Selasa (20/8) .
            Ekbang Desa Mekarwangi, Dede menambahkan, ini kan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Mekarwangi dengan desa soal kemanitiaan di bentuk oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), ranahnya ada di kecamatan. Makanya kami dari pihak desa tidak berhak membentuk kepanitian, namun sebaliknya kalau seandainya tidak ada BKAD kecamatan maka kita berhak membentuk, itu menurut perundang undangan Permendagri, pungkas Dede.(Agus S) 


Post a Comment

0 Comments