Bandung, LHI,- Kabar gembira datang dari Akademi PERSIB Bandung U10 menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Liga Parahyangan 2026. Sepanjang kompetisi yang berlangsung di Mengger Soccer Field, 27 September hingga 31 Oktober 2026, skuad Maung Ngora tampil konsisten tanpa sekalipun menelan kekalahan.


Dari 10 pertandingan yang dijalani, Akademi PERSIB Bandung U10 mencatatkan sembilan kemenangan dan sekali imbang imbang. Catatan tersebut mengantarkan tim asuhan Asep Rahmat Saputra mengakhiri kompetisi di posisi teratas sekaligus memastikan gelar juara.


Pelatih Akademi PERSIB Bandung U10, Asep Rahmat Saputra, mengungkapkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perkembangan pemain, terutama setelah penerapan kedisiplinan dalam proses pembinaan.


Menurutnya, ada peningkatan positif yang ditunjukkan para pemain kelahiran 2016. Mereka dipersiapkan melalui pembentukan tim dengan sistem promosi dan degradasi untuk menghadapi berbagai kompetisi, baik di Bandung maupun di luar daerah.


"Secara progres bagus, ada peningkatan imbas dari diterapkannya disiplin kepada siswa akademi, khususnya binaan saya pribadi. Anak-anak kelahiran 2016 disiapkan untuk membentuk tim satelitnya di setiap event yang ada di Bandung atau di luar. Hasilnya positif," ungkap Asep.


Dalam proses pembentukan tim, Akademi PERSIB Bandung menerapkan persaingan melalui sistem promosi dan degradasi. Dari proses tersebut, terpilih 17 pemain yang memperkuat tim di Liga Parahyangan U10. Namun, status juara tidak membuat evaluasi terhadap kemampuan individu maupun tim dihentikan.


Asep menilai masih terdapat sejumlah kelemahan mendasar yang harus diperbaiki, terutama dalam aspek teknik seperti passing dan dribbling, serta kemampuan pemain mengambil keputusan ketika berada dalam situasi pertandingan.


Meski begitu, ia menegaskan, pencapaian juara bukan satu-satunya tujuan dalam proses pembinaan. Kesempatan bermain dan pengalaman bertanding menjadi bagian penting yang harus diperoleh seluruh siswa akademi.


"Prestasi juara ini juga kami terapkan dengan semua pemain merasakan menit bermain serta rotasi yang selalu dilakukan sehingga terbentuk persaingan di tim itu sendiri. Ini untuk mengasah kemampuan mereka, baik secara teknik, fisik, taktik, maupun mental," jelasnya.


Asep bersyukur kerja keras dan kedisiplinan para pemain berbuah gelar juara dengan catatan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang dari 10 pertandingan. "Alhamdulillah, 10 pertandingan, satu seri dan sembilan kemenangan. Berkat kerja keras dan disiplin," tutupnya sembari tersenyum bahagia. (Eky AS)