PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

Pembangunan Tiga RKB KB Al-Azhar 1 Banjar Disorot, Mutu Material dan Penerapan K3 Jadi Perhatian



Kota Banjar. LHI

Pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) di KB Al-Azhar 1 Kota Banjar menjadi perhatian setelah tim media melakukan pemantauan langsung ke lokasi pada Rabu (14/10/2026). Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp.1.059.016.000 itu menyoroti dua aspek penting, yakni mutu material konstruksi dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dalam pemantauan tersebut, tim media mengamati penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja serta menelusuri informasi mengenai asal pasir yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan masa pengerjaan selama 84 hari kalender, terhitung sejak 21 September hingga 14 Desember 2026.

Dengan nilai bantuan lebih dari Rp1 miliar, pelaksanaan proyek tersebut perlu dipastikan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi spesifikasi teknis, serta memperhatikan keselamatan para pekerja.

Pasir Sungai Citanduy Digunakan, Mutu Material Perlu Dipastikan

Saat melakukan kunjungan, tim media diterima oleh salah seorang guru yang dipercaya untuk mengisi buku tamu. Dalam kesempatan tersebut, tim menanyakan asal material pasir yang terlihat di area pembangunan.

Salah seorang guru yang ditemui membenarkan bahwa pasir dari Sungai Citanduy digunakan sebagai bahan campuran bangunan.“Iya, itu pasir Sungai Citanduy, untuk mencampur adukkan,” ujar guru tersebut saat dikonfirmasi tim media.

Keterangan tersebut menjadi informasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis. Hingga pemantauan dilakukan, tim media belum memperoleh dokumen spesifikasi material maupun hasil pengujian laboratorium yang dapat memastikan kesesuaian pasir tersebut dengan persyaratan teknis konstruksi.

Penggunaan pasir yang berasal dari sungai tertentu tidak serta-merta menunjukkan bahwa material tersebut memenuhi atau melanggar standar konstruksi. Penilaian harus didasarkan pada karakteristik material, spesifikasi teknis yang ditetapkan, serta hasil pemeriksaan oleh tenaga teknis yang berkompeten.

Terlebih, bangunan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan anak usia dini. Karena itu, kualitas material menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan kekuatan dan keamanan bangunan sesuai peruntukannya.

Transparansi mengenai sumber material, hasil pengujian, dan pengawasan pekerjaan juga diperlukan agar pelaksanaan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

Penerapan K3 di Lokasi Pembangunan Jadi Perhatian

Selain material, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi pembangunan turut menjadi perhatian tim media.

Berdasarkan pengamatan saat kunjungan, sejumlah pekerja terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara memadai. Pada beberapa pekerja yang terpantau, perlengkapan pelindung diri tidak terlihat digunakan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan prosedur K3 di lokasi proyek, termasuk ketersediaan APD, pengarahan keselamatan, dan pengawasan terhadap pekerja selama proses pembangunan berlangsung.

Dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan APD harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan potensi bahaya yang dihadapi.

Perlengkapan tersebut perlu didukung dengan identifikasi risiko, pengarahan keselamatan, serta pengawasan berkala oleh pihak yang bertanggung jawab.

Penerapan K3 bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya melindungi tenaga kerja dan meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi pembangunan.

Meski demikian, kondisi yang terlihat dalam satu kali kunjungan belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan penerapan K3 selama masa pengerjaan. Oleh sebab itu, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana mengenai prosedur keselamatan yang diterapkan serta langkah-langkah pengawasan terhadap para pekerja.

Kepala Sekolah dan Ketua P2SP Belum Berhasil Dikonfirmasi

Dalam kunjungan tersebut, tim media belum berhasil menemui kepala sekolah maupun ketua P2SP untuk memperoleh keterangan langsung mengenai pelaksanaan pembangunan tiga ruang kelas baru tersebut.

Sejumlah hal masih memerlukan penjelasan, mulai dari pemilihan material pasir, pemeriksaan mutu bahan bangunan, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, hingga penerapan standar keselamatan kerja.

Klarifikasi dari pihak sekolah dan pelaksana kegiatan diperlukan agar informasi mengenai kondisi proyek dapat disampaikan secara berimbang dan utuh.

Selain itu, instansi terkait dapat memberikan penjelasan apabila terdapat aspek teknis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kesesuaian material dengan spesifikasi pekerjaan dan pelaksanaan standar K3 di lokasi pembangunan.

Tim media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi kepala sekolah, ketua P2SP, tenaga teknis, maupun instansi yang bertanggung jawab atas program revitalisasi satuan pendidikan tersebut.

Proyek Beranggaran Negara Perlu Diawasi Secara Transparan

Pembangunan tiga ruang kelas baru di KB Al-Azhar 1 Kota Banjar merupakan kegiatan yang perlu mendapat perhatian dari aspek kualitas pekerjaan, keselamatan tenaga kerja, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Dengan nilai bantuan sebesar Rp1.059.016.000 dan masa pengerjaan 84 hari kalender, pengawasan yang memadai diperlukan agar pembangunan terlaksana sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Keterbukaan informasi mengenai spesifikasi material, hasil pemeriksaan teknis, serta penerapan prosedur keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman dan layak digunakan.

Hingga berita ini disusun, tim media masih menunggu keterangan dari pihak sekolah dan pelaksana pembangunan untuk melengkapi informasi terkait material konstruksi serta penerapan K3 di lokasi proyek.(ADE ARIS)**

 

 

Post a Comment

0 Comments