Ditengah-tengah musim kemarau yang sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan ini yang mengakibatkan cukup banyak kebakaran lahan dan hutan khususnya dibeberapa pulau di Indonesia termasuk di Kalimantan, maka atas perintah dan keputusan Presiden dibentuklah Tim dari Mabes Tentara Nasional Indonesia untuk melakukan Penyuluhan Karhutla. Demikian disampaikan oleh Kolonel Pas Sitinjak bersama tiga rekan lainnya saat melakukan penyuluhan karhutla yang diadakan di Kebun PT. Mega Karya Nusa yang berada kawasan Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah.
"Kehadiran kami dalam penyuluhan ini adalah berdiskusi bagaimana mencari solusi dalam mengatasi kebakaran. Setidaknya ada tiga hal yang harus ada di dalam solusi untuk dapat mengatasi kebakaran, yakni sinergitas para sekkolder, peralatan pemadaman dan Embung atau kolam penampungan ketersediaan air. Sebaik-baiknya peralatan pemadaman tetapi kalau tidak adanya ketersediaan air, maka semua itu percuma" jelas Kol. Pas Sitinjak.
Ditengah-tengah acara itu diadakan ruang diskusi dan tanya jawab, dan salah satu peserta yang bernama Juliaksen, menyampaikan harapannya agar para Sekkolder yang ada dapat melakukan semaksimal mungkin bukan hanya bagaimana menangkap dan menghukum pelaku kebakaran melainkan bagaimana menekankan kerjasama untuk mengatasi kebakaran bersama-sama.
Kegiatan Penyuluhan ini diadakan pada hari Jum’at tanggal 11 September 2026 di halaman Parkir PT. Mega Karya Nusa.
Angela Valaria, SP, MM, CIM yang akrab dipanggil Ibu Ella, mewakili manajemen PT. MKN sangat menyambut baik dan merasa bangga atas kehadiran Tim dari Mabes TNI dan berharap Penyuluhan ini bisa menambah wawasan semua yang hadir mengenai bahaya dan penanggulangan kebakaran.
Acara Penyuluhan Karhutla yang diadakan hari itu dihadiri dari unsur pemerintah daerah, unsur kecamatan, pengurus dan anggota Koperasi Iklas Makmur Sejahtera sebagai Mitra PT. MKN, Tim Damkar, staf, tim security dan karyawan PT. MKN. Acara diakhiri dengan makan siang, foto bersama dan sholat Jumaat bersama bagi semua peserta yang beragama muslim di Mosola PT. Mega Karya Nusa. (AGUS)**


0 Comments