PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

DPRD Pangandaran : Normalisasi Sungai Ciseel Merupakan Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional



Pangandaran LHI

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, H.M.M., menegaskan bahwa normalisasi Sungai Ciseel merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keberlanjutan sistem irigasi bagi lahan pertanian di Kabupaten Pangandaran. 3 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Asep Noordin saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Tindak Lanjut Penanggulangan Banjir Sungai Ciseel yang digelar pada Jumat (3/7). Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong Pemerintah Daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan yang menyeluruh dengan mengedepankan keseimbangan antara fungsi pengendalian banjir, konservasi lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan air bagi sektor pertanian.

"Penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi. Normalisasi sungai, pembangunan embung, kolam retensi, optimalisasi muara dan laguna, serta pompanisasi harus berjalan beriringan. Selain mengurangi risiko banjir, langkah ini juga akan mendukung pengairan lahan pertanian. Karena itu, Pemerintah Daerah dan BBWS harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun sistem tata kelola air yang terintegrasi, mulai dari perlindungan kawasan resapan air hingga pengelolaan aliran sungai dari hulu sampai hilir," ujar Asep Noordin.

Ia menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Ciseel harus menjadi bagian dari program pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kawasan resapan air perlu dipertahankan, embung dan kolam retensi dioptimalkan, serta sistem pompanisasi diperkuat agar aliran air tetap terkendali pada musim hujan dan mampu memenuhi kebutuhan irigasi pada musim kemarau.

Selain itu, Asep Noordin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dari pencemaran limbah. Menurutnya, kualitas lingkungan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi sungai sebagai pengendali banjir sekaligus sumber air bagi masyarakat dan lahan pertanian.

"Jangan sampai ada limbah yang dibuang ke sungai. Pengendalian banjir harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan. Sungai yang bersih akan berfungsi lebih optimal sebagai saluran pengendali banjir sekaligus menjadi sumber air bagi masyarakat dan sektor pertanian," tegasnya.

Ia berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan BBWS, sehingga penanganan Sungai Ciseel tidak hanya mampu mengurangi risiko banjir, tetapi juga memperkuat sistem irigasi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. (AS) **

Post a Comment

0 Comments