PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

Pesan dari Kampung Dukuh : Wilayah Gunung Papandayan Pepohonannya Sudah Jarang Agar Segera Adakan Reboisasi Akbar Karena Merupakan Sumber 3 Hulu Sungai Besar di Jawa Barat

 


Garut , Senin 23 Juni 2026
---- Tim MASDA Jabar  dibawah pimpinan Ketua Umum Abah H Anton Charlyilan bersama tim Ir Deden Hidayat & Staf Abah Iwan, Ambu Ida, Bu Maria, Dindin Mauludin & M Rifai N. Silaturahmi ke Kampung Adat Dukuh Garut , disambut langsung oleh sesepuh Kampung Adat Mama Uluk beserta  Uwa Buloh Ibrahim , Kang Yayan Ketua RT dan warga kampung adat setempat.

Luas Kampung Dukuh sekitar 13 Ha ,  12 Ha sebagai  hutan larangan , 1 Ha sebagai tempat pemukiman yang dihuni sekitar 40 KK untuk kampung dalam , 79 KK kampung luar . Adapun lokasi di Kampung  Cikelet , Kec Pameungpeuk Kab Garut,  ketinggian sekitar 600 MDPL. Dari Garut sekitar  jam 100 km 2 jam perjalanan , jika dari arah Bandung sekitar 4 1/2jam..

Di area kampung dalam sebelum memasuki hutan larangan terdapat makam Petilasan Syeh Abdul Jalil sebagai pendiri Kampung Adat Dukuh. Beliau sebelum ke Kampung dukuh pernah jadi Penghulu Sumedanglarang di jaman Pangeran Rangga Gempol atau Rd Aria Suradiwangsa , Abad ke XVII , Thn 1601 - Thn 1624.

Mata pencaharian warga umumnya buruh ,tani , ternak dan menyadap.  Beberapa adat tradisi pamali yang saat ini masih kuat dipelihara al : pegawai pemerintah dilarang berkunjung ke Makam Syech Abdul Jalil dan tidak boleh pakai pakaian batik/ kembang kembang , tidak boleh selonjor kaki ke arah makam , tidak boleh makan sambil berdiri . tidak boleh nabuh gamelan dan wayang. tidak boleh ada listrik , tidak boleh bangun pakai semen dan genteng .

Adapun upacara adat yang masih dilakukan adalah ; 1) Upacara 14 Maulid  ; 2) Upacara Cebor 40;  3) Upacara ngahaturanan Tuang ; 4,) Upacara Ziarah makam   dan 5 ) Tradisi ke hutan larangan .


Termasuk upacara nikahan, kelahiran, sunatan dan ibu hamil. Kesenian yang saat ini dikembangkan yaitu Terbang Sejak dan Gembrung , Tarawangsa , silat dan debus.Sistem religi masyarakat merupakan penganut agama muslim yang taat,  tiap subuh ada kentongan kohkol untuk shalat bangunkan warga sampai semua warga terkumpul . Tiap waktunya sholat, sembahyang berjamaah. Ada madrasah dan mushola sebagai  sarana ibadah dan pendidikan agama.

Untuk pendidikan anak mengikuti pendidikan umum biasa , tapi ada juga pendidikan lingkungan internal yaitu pengajian di Madrasah untuk anak-anak  2 kali , ibu ibu satu kali seminggu . Kondisi Perkampungan  di bagi 2 (dua ), ada Kampung Adat Luar ada Kampung Adat Dalam seperti di Baduy  , cukup jauh dari pemukiman warga biasa . kalo kampung adat luar boleh bangunan semen dan juga boleh pakai listrik dan genteng.

Tapi kalau untuk Kampung Adat Dalam  model rumahnya harus asli dari bahan alam , modelnya rumah panjang , beratap ijuk , alas kayu & palupuh , dinding bilik, ruang tamu kotak segi empat tidak disekat , disebelahnya ada ruang dapur dengan hawu kayu bakar, ada goah tempat simpan padi, lampu pakai minyak tanah, menghadap timur barat, pokoknya semua harus asli dari alam. 

Namun kondisi perumahan tsb agak  memprihatinkan saat ini  hampir 60% s/d 80% rusak , kurang terawat, sampah2 khususnya  di kampung luar bertebaran sehingga terlihat agak kumuh, hal ini karena mungkin kondisi ekonomi masyarakat yang agak rendah mengakibatkan  perawatannyapun rendah, hanya seadanya saja. tong sampah sangat kurang  

Begitu juga kondisi mesjid , madrasah ,dan rumah pemukiman  terlihat sudah banyak yang bocor karena ijuk atau kirai harganya mahal kurang terjangkau oleh masyarakat adat dukuh tsb  bilik juga sudah banyak yang bolong bolong, tiang tiang kayu pun banyak yg lapuk kena rayap. termasuk gerbang dan tempat parkir Bahkan kondisi jalan mau menuju kampung adat , selepas dari jalan besar lintas selatan Ranca buaya, sepanjang 9 km kondisinya rusak berat.


Disampaikan oleh mereka sampai saat ini masyarakat adat Kampung Dukuh tidak punya tanah ulayat untuk tanah garapan bersama , yang ada hanya Leuweung Larangan maka karena hal tsb merekapun berharap bisa di usahakan adanya tanah Ulayat yang bisa di garap bersama . Disamping itu ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus:

·          Pertama,Perlunya untuk segera renovasi menyeluruh bangunan2 yang ada di kampung Dukuh dalam ,

·         Kedua : perlu perbaikan jalan masuk menuju kampung adat sekitar 9 km.

·         Ketiga ; Perlu subsidi khusus minyak tanah karena harga minyak tanah mahal .Keperluan pebulan minimal 800 s/d 900 liter ,

·         Ketiga ; perlu adanya tambahan Tanah Ulayat sebagai tanah garapan bersama .

·         Keempat ;  perlu penataan dan perluasan lahan parkir karena parkir saat ini sempit dan masih media tanah .

·         Kelima  ; perlu dibuatkan gerbang yang representatif indah tapi tetap bernuansa etnik . Perlu penambahan alat kesenian Terbang , seperangkat kendang penca , kacapi suling berikut kostum pakaiannya .

·         Keenam : perlu penambahan tanaman Produktif , tanaman obat  keluarga di sekitar pemukiman , yang punya nilai ekonomis tinggi untuk tingkatkan taraf hidup warga seperti : Buah melon inggris , buah naga hitam , pohon pala , kemiri adu , kopi , nanas madu ,  gaharu , tanaman obat dll Untuk tanaman keras  di tanah garapan bisa Kawung , Albasiah atau jati Belanda Untuk tanaman keras di hutan larangan  disesuaikan dg pohon endemik setempat seperti . Kiara , beringin ,secang  dll. Tidak perlu ditanam pohon lain. Serta perlu hewan ternak yang tepat seperti domba Garut ,beternak ayam kampung dan Kerbau .

·         Ketujuh ;  Karena suasana kampung dukuh terlihat agak kumuh perlu di tata dan dirapikan jalan di dalam pemukiman , serta sekelilingnya perlu ditata tanamya dengan model  pertamanan lingkungan sehingga terlihat asri. Perlu penambahan tong sampah yang cukup banyak serta perlu perbaikan Sistem Pengairan .

·         Kedelapan ; pemukiman Kampung adat agak terpencil sehingga perlu adanya Kendaraan siaga baik berupa ambulan maupun pick up untuk angkut hasil pertanian dan peternakan.

·         Kesembilan ; permintaan khusus dari sesepuh adat kp Dukuh Mama Uluk mengingatkan agar di sekitar Wilayah gunung Papandayan sesegera mungkin diadakan reboisasi Akbar , karena Gunung Papandayan merupakan pusat Hulu sumber mata air untuk  3 tiga sungai besar di Jawa Barat yakni sungai Citarum ,Cimanuk dan Ciwulan . dimana saat ini kayu2 keras nya sudah banyak habis  ditebang , serta lahan nya sudah berubah fungsi jadi perkebunan dan perumahan . Kedepan jika tidak segera diantisipasi akan terjadi kelangkaan air., longsor dan banjir.(****

Post a Comment

0 Comments