PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

Kominfo Banjar Gelar Silaturahmi HPN 2026, Wali Kota Paparkan Proyek PLTS Rp.4,2 Triliun


 


Kota Banjar, LHI

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Banjar menggelar silaturahmi sederhana namun sarat makna bersama Insan Pers Kota Banjar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan Media. Rabu (11/02/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, didampingi Wakil Wali Kota Banjar, Drs. H. Supriana, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Banjar. Kehadiran pimpinan daerah menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan insan pers dalam membangun Kota Banjar yang lebih maju, transparan, dan akuntabel.

Pesan Sinergi dan Kesejahteraan Pers

Dalam sambutannya, WaliKota Ir. H. Sudarsono menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para wartawan yang selama ini bertugas di wilayah Kota Banjar.

 Ia berharap, di usia pers yang semakin matang, para awak media semakin profesional, sejahtera, dan terus berjalan beriringan bersama pemerintah.“Pers harus terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjar. Kami berharap pers menjadi solusi di tengah tantangan zaman, memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, peran pers sangat strategis dalam menjaga stabilitas informasi di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang. Ia juga menegaskan dirinya tidak anti kritik dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan konstruktif.

“Dalam situasi sulit ini, kami butuh masukan dan dukungan. Pers harus menjadi solusi untuk bisa lebih baik lagi. Saya tidak anti kritik,” tegasnya.

Paparan Investasi PLTS Rp.4,2 Triliun

Pada kesempatan tersebut, WaliKota juga memaparkan kabar strategis terkait masuknya investasi besar ke Kota Banjar. Pemerintah Kota Banjar berhasil mengamankan komitmen investasi dari PT Indonesia Power untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Mega Watt.

Proyek energi bersih senilai Rp4,2 triliun itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 130 hektare dengan target mulai konstruksi pada tahun 2027. PLTS Banjar menjadi satu dari tujuh lokasi pengembangan serupa yang dirancang Indonesia Power di Jawa Barat.


Investasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor energi terbarukan. Kehadiran PLTS diharapkan tidak hanya menopang kebutuhan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jangka panjang.“Selama ini persepsi investor masuk Banjar itu sulit harus dihapuskan. Saya ingin menarik investor ke Banjar,” kata Sudarsono.

Ia menyebut, sejak satu tahun menjabat, fokus utamanya adalah membangun kepercayaan dunia usaha terhadap potensi daerah.

Selain sektor energi, Pemkot Banjar juga menyiapkan dua kawasan ekonomi baru guna memperluas peluang investasi, yakni Kawasan Ekonomi Kota dan pengembangan area komersial di sekitar Terminal Banjar.

Untuk kawasan terminal, pemerintah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah jaringan restoran cepat saji ternama seperti KFC dan McDonald’s. Kehadiran merek nasional tersebut diharapkan menjadi magnet aktivitas ekonomi baru serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Guna meningkatkan daya tarik investasi, Pemkot Banjar juga mengambil langkah strategis dengan menurunkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sejumlah titik potensial. Di kawasan terminal, NJOP yang sebelumnya Rp1,8 juta per meter persegi diturunkan menjadi Rp1,4 juta, dan kembali disesuaikan menjadi Rp1.035.000 per meter persegi setelah Sudarsono menjabat.

Menurutnya, kebijakan tersebut ditempuh karena harga sebelumnya dinilai kurang kompetitif dan belum menarik minat investor.

Di tengah tantangan krisis keuangan global dan nasional, Wali Kota mengakui bahwa transformasi ekonomi bukan perkara mudah. Namun, ia optimistis dengan dukungan semua pihak, termasuk insan pers, Kota Banjar dapat terus berkembang dan menjadi daerah yang ramah investasi serta berdaya saing tinggi.(ADE ARIS)***

Post a Comment

0 Comments