Jakarta, LHI,- Ketua Umum DPP ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) Ir. H. Indra Utama, M.Pwk. IPU. Beliau aktif memimpin dan menggerakkan organisasi strategis ABPEDNAS dalam memperjuangkan peran BPD sebagai legislator desa, serta bersinergi dengan pemerintah untuk pembangunan desa yang mandiri.
ABPEDNAS Indonesia Road to 2026, malam menyambut tahun baru 2026 (31/12/2025) DPP ABPEDNAS Indonesia disusun bernada visioner, evaluatif, dan strategis, cocok disampaikan oleh Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia pada forum nasional maupun internal.
Adapun pengarahan akhir tahun 2025 yang disampaikannya dengan menggelorakan perjuangan Salam ABPEDNAS sebagai Rumah Besar BPD seluruh Indonesia.
"Para pengurus DPP, DPD, DPC, anggota BPD diseluruh Indonesia yang saya banggakan. Menjelang berakhirnya tahun 2025 sebagai bentuk refleksi, evaluasi, sekaligus peneguhan arah perjuangan ABPEDNAS menuju Tahun 2026," Papar Indra Utama.
Indra menegaskan bahwa refleksi perjalanan ABPEDNAS sepanjang 2025 merupakan tahun konsolidasi dan lompatan strategis bagi ABPEDNAS Indonesia.
Beberapa agenda besar yang telah dilalui diantaranya penguatan organisasi nasional dimana konsolidasi dan penataan kepengurusan DPP, DPD, dan DPC di berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Lebih dalam Indra menjelaskan terkait makna dari kata peneguhan ABPEDNAS adalah sebagai organisasi nasional representatif BPD, sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Desa. Peningkatan kualitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi berbasis AD/ART dan regulasi.
Kemudian pada Hari Desa Nasional di Ponggok Klaten merupakan wujud nyata partisipasi dan peran aktif ABPEDNAS Indonesia.
"Sebagai simbol Desa kuat adalah fondasi Indonesia maju. BPD adalah pilar demokrasi Desa. Momentum ini menegaskan posisi strategis BPD dalam pembangunan Desa yang transparan dan partisipatif," paparnya.
Sepanjang tahun 2025 ABPEDNAS secara marathon melaksanakan program-programnya.
ABPEDNAS menyelenggarakan SILATNAS 1.000 BPD yang menjadikan tonggak penting upaya mengkonsolidasikan kekuatan BPD secara nasional.
Penyatuan visi, misi, dan gerakan BPD dari Sabang sampai Merauke menjadi hal yang krusial begitu pula akselerasi dalam penguatan jejaring dengan kementerian, lembaga negara, dan mitra strategis.
Capaian kegiatan lainnya adalah suksesi atas penyelenggaraan ABPEDNAS Award dan program LBKH. Jaga Desa peluncuran dan penguatan ABPEDNAS Award sebagai bentuk apresiasi terhadap BPD berprestasi, kepala daerah inspiratif, mitra desa yang berkomitmen pada tata kelola baik.
Ditegaskan Indra bahwa jalinan kerjasama strategis dengan kejaksaan RI melalui program Jaga Desa yang diperkuat oleh peran LBKH. ABPEDNAS memberikan edukasi hukum desa, pencegahan tindak pidana, serta perlindungan hukum bagi anggota BPD.
Sepanjang tahun 2025 Perkembangan dan capaian strategis ABPEDNAS mengalami perkembangan signifikan, yang mana eksistensi nasional semakin kuat dan diakui oleh pemerintah pusat dan daerah.
"ABPEDNAS tidak lagi sekadar organisasi, tetapi menjadi pusat advokasi BPD, mitra strategis negara dalam penguatan desa," cetus Indra.
Ditegaskan kembali bahwa ABPEDNAS merupakan Rumah besar perjuangan dan perlindungan Anggota BPD. Program kerja semakin terstruktur, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi anggota.
Kembali ke Road to 2026, arah besar dan agenda strategis memasuki tahun 2026, ABPEDNAS menetapkan agenda besar dan target yang lebih progresif.
Pada semester I 2026 ABPEDNAS akan melaksanakan SILATNAS dengan 5.000 BPD di kawasan PIK, Jakarta.
"Tujuannya untuk menghadirkan konsolidasi BPD terbesar sepanjang sejarah ABPEDNAS. Memperkirakan posisi BPD sebagai mitra strategis pemerintah pusat," kata Indra.
Selain itu bertujuan guna mendorong lahirnya rekomendasi nasional BPD terkait tata kelola dana desa, transparansi dan akuntabilitas, sinkronisasi program desa dengan agenda nasional.
Fokus program 2026 dijelaskan indra lebih kepada penguatan kapasitas dan kompetensi Anggota BPD.
Indra menambahkan pentingnya akan Digitalisasi tata kelola organisasi dan advokasi desa. Perluasan kerja sama nasional dengan kementerian/lembaga aparat penegak hukum, dunia usaha dan perbankan desa serta perlindungan hukum yang lebih sistematis bagi Anggota BPD menjadi salah satu titik fokus program ABPEDNAS tahun 2026.
"ABPEDNAS bukan milik segelintir orang. ABPEDNAS adalah rumah besar seluruh anggota BPD di Indonesia. Saya mengajak kepada seluruh pengurus untuk bekerja lebih solid, loyal, dan profesional. Seluruh anggota BPD untuk tetap berada dalam satu barusan perjuangan, menjadikan ABPEDNAS sebagai penjaga moral, hukum, dan demokrasi Desa," ajaknya.
Melalui Lintas Pena Media Group, Ketum DPP ABPEDNAS Indra menyampaikan terima kasih atas dedikasi, pengorbanan, dan kerja nyata dari seluruh keluarga besar ABPEDNAS sepanjang tahun 2025.
"Mari kita tutup 2025 dengan rasa syukur, dan Songsong 2026 dengan tekad yang lebih kuat menuju ABPEDNAS yang semakin besar, bermartabat, dan bermanfaat bagi desa dan Indonesia," pungkas Indra. (Eky AS)




0 Comments