H. Arif Maoshul Affandy sebagai wakil Rakyat Jawa Barat yang mana Pangandaran merupakan bagian dari Dapilnya. Kini ia berada di Komisi II membidangi Perekonomian. Kepada PT Lintas Pena Media Group beliau menyampaikan rasa keprihatinannya yang sangat mendalam atas terjadinya bencana banjir kembali yang melanda Pangandaran hingga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.
"Kami mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat (melalui dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, dan lainnya) untuk segera bergerak cepat melakukan tindakan diantaranya;
1. Identifikasi Kerugian Sektor Pertanian:
Melakukan pendataan akurat terhadap lahan sawah dan perkebunan yang terendam, serta potensi gagal panen. Kompensasi dan bantuan bibit/pupuk harus disiapkan untuk pemulihan.
2. Dampak pada Sektor Kelautan dan Perikanan:
Mengevaluasi kerugian yang dialami nelayan dan pembudidaya ikan, serta memastikan bantuan segera tersalurkan untuk pemulihan alat tangkap atau bibit ikan.
3. Pemulihan Pariwisata:
Memastikan pemulihan akses dan fasilitas pariwisata di Pangandaran berjalan cepat, mengingat sektor ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Perlu upaya promosi khusus pasca-bencana untuk meyakinkan wisatawan bahwa Pangandaran sudah aman dikunjungi.
Kemudian ia pun meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam bidang Perekonomian dan Pembangunan, untuk mengambil langkah strategis jangka panjang diantaranya:
1. Tata Kelola Hulu Sungai (Pertanian/Kehutanan): Mendorong program reboisasi dan konservasi lahan secara masif di wilayah hulu yang berkontribusi pada luapan sungai seperti Sungai Citanduy. Pengelolaan lahan pertanian harus berbasis konservasi tanah dan air untuk meminimalkan erosi.
2. Perencanaan Tata Ruang Kawasan Pesisir: Mengevaluasi kembali tata ruang kawasan pesisir, termasuk infrastruktur drainase dan normalisasi sungai secara komprehensif, untuk memitigasi dampak banjir berulang.
"Kami akan memanggil mitra kerja Komisi II yang relevan untuk meminta laporan dan rencana aksi yang terukur pasca-bencana ini. Pemprov Jabar harus menjadikan bencana banjir Pangandaran ini sebagai prioritas untuk segera mencari solusi permanen," papar H. Arief Maoshul Affandy.
Adapun lokasi terdampak banjir Pangandaran diantaranya wilayah Kecamatan Kalipucang dan Padaherang adalah wilayah yang paling parah terkena dampak, terutama di desa-desa seperti Desa Ciganjeng, Pasirgeulis, dan Tunggilis.
Banjir terjadi akibat curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu selama beberapa hari, menyebabkan meluapnya beberapa sungai utama seperti Sungai Citanduy, Sungai Pangasinan, Sungai Tunggilis, dan Sungai Cirapuan.
Ketinggian air bervariasi, dari sekitar 40 cm hingga mencapai 1 hingga 2 meter di beberapa dusun, menyebabkan akses jalan raya dari arah Banjar menuju Pangandaran sempat macet. Ratusan rumah warga terendam, memaksa sebagian warga mengungsi dan menyelamatkan barang berharga serta hewan ternak begitu pula Ratusan hektare sawah yang siap panen di Kecamatan Kalipucang dan Padaherang juga terendam, menyebabkan kerugian miliaran rupiah bagi petani.
Warga mulai mengalami masalah kesehatan seperti gatal-gatal akibat kualitas air yang memburuk. Tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata di Pangandaran, termasuk Green Canyon, dilaporkan menurun drastis akibat bencana ini. (Eky AS)


0 Comments