Meranti LHI
Berdasarkan pantauan awak media ini dilapangan pada hari Rabu 24 September 2025, jalan poros Desa Kuala Merbau menghubung Desa Renak Dungun, Desa Tanjung Bunga, Desa Baran Melintangsampai jalan poros di depan kantor Camat Pulau Merbau, dimana kondisi rusaknya semakin parah.
Untuk dilalui masyarakat besi besi angkernya timbul di permukaan jalan poros tersebut. Dan yang sangat menyedihkan pedagang kecil membawa barang dagangannya menggunakan kendaran motor, menuju desa desa di dalam wilayah Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti sangat mengganggu saat mengendarai. Kerusakan jalan poros di desa desa dalam wilayah Kecamatan Pulau Merbau sudah puluhan tahun belum mendapat pehatian dari pemerintah daerah Provinsi Riau maupun Kabupaten Kepulauan Meranti
Kabupaten kepulauan meranti punya potensi dalam penghasilan seperti hasil minyak bumi di Pulau Padang Teluk Belitung, berpuluh tahun di sedot dari perut bumi, tetapi kondisi infrastruktur jalan saja dibiarkan rusak parah. Termasuk juga di Kecamatan Tebing Tinggi Barat di Desa Tanjung Darul Takzim Makam di Kabupaten Kepulauan Meranti,
Potensi yang lain seperti penghasil sagu dibawa ke Pulau Jawa Cirebon, hasil kayu arang bakau di ekspor ke luar negeri hasil kayu alam yang ada di pulau-pulau Meranti diolah pengusaha ternama di Riau. Potensi yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat mendukung di segi penghasilan di daerah. Di dalam hal tersebut timbul pertanyaan kita semua mengapa pembangunan jalan poros di kecamatan dan desa-desa miskin alias tak seimbang dengan penghasilanya?
Apalagi penghasilan di Riau, dibawah minyak di atas minyak Blok Rokan Riau, yang merasa miskin itu adalah masyarakat kecil di kecamatan dan di desa-desa.Kalau pejabat mungkin tak terasa, karena sering naik mobil mewah atau pesawat termasuk pengusaha tak mungkin merasa miskin. Karena mereka mengolah hasil daerah! Bak kata pepatah sesepuh tua “ayam dilombong padi bisa kelaparan, itik di air mungkin mati kehausan!”
Ketua Lembaga Ikatan Pencinta Kedaulatan Rakyat kepada media ini mengatakan , bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti harus dapat perhatian dari pemerintah pusat, karena Pulau Rangsang dan Pulau Merbau termasuk daerah terluar.
(RAMLI ISHAK)****


0 Comments