Kota Bandung, LHI,- Satgas Anti Rentenir Kota Bandung bersama Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung menggagas FGD Bertempat di Nara Park pada hari Selasa (8/7).
Ketua harian satgas anti rentenir Kota Bandung Saji Sonjaya menyampaikan terima kasih kepada Diskopuk Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin atas dukungan penuh terhadap keberlangsungan satgas anti rentenir yang akan berubah nama menjadi satgas penanganan korban rentenir agar menjamah lebih luas.
"Rata-rata korban rentenir dan pinjol berkisar 500 orang yang datang langsung ke kantor satgas anti rentenir dan sekitar 2000 korban yang melakukan pengaduan melalui call centre 082112131020. Ada sebagian masyarakat yang belum tahu keberadaan kami," papar Saji.
Diakuinya hal yang tersulit adalah sekelompok masyarakat yang sudah menjadi budaya meminjam kepada para rentenir. Banyak para korban rentenir yang sudah lepas dari jeratan rentenir atau pinjol dan ia memberdayakan untuk masuk di kampung bebas rentenir (KBR).
"Dakwah kita adalah menyadarkan masyarakat untk tidak meminjam ke rentenir dan pinjol. Kami juga telah bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan dan koperasi yang langsung dalam pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung sebagai arah solusi peminjaman modal dengan bunga yang cukup rendah," imbuhnya.
Diakuinya ada point yang menjadi dilematis bagi masyarakat kota Bandung yang sudah terkandung BI Chekingnya buruk itu memang sangat sulit untuk mendapat pinjaman ke Perbankan yang telah direkomendasikan oleh satgas anti rentenir.
"Kami akan melakukan pembaharuan dengan memasang stiker dan spanduk himbauan jangan pinjam ke rentenir dan akan bergerilya memberikan himbauan serta melakukan pendampingan hukum kepada para korban rentenir maupun pinjol. Semoga saja banyak masyarakat Kota Bandung yang tersadarkan untuk tidak meminjam rentenir agar semakin tidak banyak korban yang terjebak," tutup Saji. (Eky AS)
0 Comments