DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Upaya Cegah Stunting, Pemerintah Desa Pancur Jaya Luncurkan Program PMT Berbahan Pangan Lokal


 


Bengkalis,LHI

Pemerintah Desa Pancur Jaya laksanakan kegiatan Program Penanganan Stunting, dengan cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Program yang dilaksanakan melalui anggaran dana desa tahun 2024 ini di luncurkan dengan bertujuan penanganan stunting dengan indikasi Perbandingan tinggi badan dengan usia anak.

Adapun jenis PMT yang diberikan adalah sejumlah bahan makan seperti Beras, Sayur-sayuran, Ikan, Ayam Tahu, Tempe dan sebagainya, yang mana bahan makanan tersebut akan di olah langsung oleh orang tua untuk diberikan kepada balitanya saat makan siang dan makan malam.

dr. Nelya Sasmita Pj. Kepala Desa Pancur Jaya Kecamatan Rupat yang juga merupakan Kepala UPT Puskesmas Teluk Lecah mengungkapkan “Di DESA PANCUR JAYA  menurut penelitian kami, terdapat 7 anak yang terdeteksi stunting, dari itu Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di harapkan dapat menurunkan angka stunting. Apalagi jika PMT tersebut berbasis bahan pangan local, Program ini akan kami berikan selama 90 hari.

dr. Nelya Sasmita menjelaskan “Bahan pangan lokal relatif lebih mudah didapat di hampir semua daerah. Dengan demikian untuk menjalankan program ini akan lebih mudah dilaksanakan ,” Ucapnya di saat memberi sambutan pada acara Launching Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal di Kantor Desa Pancur Jaya bersama Warga, (Senin,15/01/2024).

Pemberian makanan tambahan ini menggencarkan asupan protein hewani untuk mencegah stunting tersebut.

Penting untuk orang tua mengetahui ciri-ciri anak berpotensi mengalami stunting, salah satunya berat badan tidak naik selama dua pekan. Jika pada rentang waktu ini gizi anak tidak dicukupi dengan baik, risiko mereka mengalami stunting tinggi.

Efek stunting jangka pendek meliputi terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran.

Sedangkan dalam jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan akibat masalah gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata tinggi badan normal anak-anak pada usia yang sama.

“Kami berharap, Peluncuran Program PMT berbahan pangan lokal juga dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak di desa dalam upaya penanggulangan stunting, termasuk upaya perbaikan gizi ibu dan balita. Ucap dr. Nelya Sasmita. (SUPRAPTO)***

 

Post a Comment

0 Comments