DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Bentrok Antara Pemain dan Penonton Tak Terhindarkan Pada Ajang Cup III 2023


Sukamara, LHI.

Ajang Cup III 2023, Kec. Permata Kecubung, Kab. Sukamara-Kalteng masuk putaran 16 besar.Selasa 26/12/2023 berhadap-hadapan antara Metro Muda FC vs BK dari Batu Kotam FC. Pertandingan ini dipimpin wasit Sdr. Edward Taufik dengan dua hakim garis Ali Sadikin dan Sdr. Tejo.

Sepanjang pertandingan, dari awal sudah dapat diprediksi permainan akan penuh dengan pelanggaran dan kekerasan. Babak I bisa dilewati oleh kedua tim dengar skor 0-0 walaupun sering kali wasit meniup peluit karena sering terjadi pelangaran. Memasuki babak II, menjelang  menit-menit akhir pertandingan, dengan kerja keras Metro Muda FC akhirnya berhasil mencetak gol dengan tandukan dari striker Metro Muda FC yang bernama Heri. Setelah kebobolan itu suasana permainan selanjutnya semakin memanas. Saat salah satu pemain dari BK Batu Kotam FC di kartu merah oleh wasit membuat pemain BK FC itu tidak terima dengan membuka baju kesebelasannya dan melemparkan bajunya ke tanah pas di depan wasit dengan garang seraya berteriak serta melangkah keluar lapangan. Saat itu emosi pemain BK Batu Kotam FC dengan para penonton atau sporter Metro Muda FC sebagai tuan rumah tak terhindarkan. Para penonton pun masuk ke lapangan dengan beringas memukul dan mengeroyok para pemain BK Batu Kotam FC. Saat keributan terjadi tidak dapat dibedakan lagi mana yang berniat memukul maupun mana yang berniat melerai. Selang beberapa menit kerusuhan itu, tiba-tiba terjadi juga perkelahian ibu-ibu atau wanita antara kedua pendukung tim yang bertanding di sudut lapangan volley yang juga digunakan club bola volly dalam turnamen Ajang Cup III 2023.

Akhirnya para pemain BK Batu Kotam FC diamankan oleh beberapa anggota Polsek Permata Kecubung di tribun Panitia. Dan Panitia terus menghimbau untuk menenangkan masa saat itu.

Awak Media LHI, kemudian mengkonfirmasi kebeberapa penonton apa dan siapa yang menjadi aktor propakator terjadinya keributan tersebut, mereka mengatakan keributan dimulai atau diawali dari pihak pemain BK Batu Kotam FC. Banyak para penonton baik dari tuan rumah, dari Desa Pangkalan Muntai dan dari Kalbar yang tidak sempat LHI ketahui namanya mengatakan pemain BK Batu Kotam FC di manapun mereka ikut turnamen memang sering kali ribut, bahkan menurut informasi saat mereka turnamen di Kotawaringin sampai ada yang patah leher karena bentrok. Akhirnya club dari Batu Kotam tidak lagi diundang dalam banyak turnamen.

Keributan ini cukup mendapat perhatian dan cukup heboh dan viral dipengguna media sosial Facebook yang menyaksikan kejadian itu. Malam harinya, Kapolsek Permata Kecubung mengumpulkan Panitia, manager kedua tim, para pemain dan tokoh adat guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Akhirnya kedua tim sepakat untuk saling memaafkan atas keributan dan permasalahan yang sudah terjadi. Camat Permata Kecubung bapak MARIYADI, S.Sos melalui vidio cool menyampaikan himbauan agar semua tim yang ikut bertanding di Ajang Cup III 2023 ini betul-betul menjaga sportivitas yang tinggi.

Saat awak Media LHI mengkonfirmasi baik kepada Kapolsek Permata Kecubung, pihak Panitia dan Kades Ajang bapak ARIAWAN JAYA bagaimana langkah pengamanan selanjutnya, mereka mengatakan akan menambah anggota keamanan baik dari Polsek, TNI, dan Panitia minta bantuan dari barisan Banser NU Kecamatan Permata Kecubung sebanyak 16 orang untuk ikut mengamankan pertandingan yang akan masuk 8 besar.

Semoga pertandingan selanjutnya berjalan dengan baik dan para pemain bertanding dengan sportivitas yang tinggi. (Helen/Agus)

Post a Comment

0 Comments