DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Dialog Publik KKN PAR STITNU Al-Farabi Pangandaran Sukses Digelar



Pangandaran LHI

Dialog Publik yang diadakan oleh mahasiswa KKN PAR STITNU Al-Farabi Pangandaran Desa Kertayasa digelar pada Senin, 04/09/2023.

Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Desa Kertayasa ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai stake holder. Terlihat dari partisipasi dan antensi yang hadir dalam kegiatan kurang lebih 70 orang.

Tema yang diangkat pada Dialog Publik adalah "Optimalisasi Penguatan Basis Ke-DKM-an Guna Mencegah Paham Radikalisme Di Desa Wisata” ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak yang hadir diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Kapolres Kabupaten Pangandaran, Bakesbangpol Kabupaten Pangandaran, Kodim 0625 Kabupaten Pangandaran, DMI Kabupaten Pangandaran, Kepala Desa Kertayasa dan seluruh aparatur pemerintah tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda.

Koordinator Desa Burhanudin menyampaikan "Tujuan diadakannya Dialog Publik adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan ummat bernegara dan beragama dengan cara memperkuat basis yang paling mendasar di lingkungan masyarakat yakni DKM ( Dewan Kemakmuran  Mesjid ).

Wisata juga merupakan salah satu pintu masuknya paham paham intoleransi, radikalisme sampai terorisme.

Maka Mesjid menjadi titik sentral yang harus menjadi benteng dari budaya asing dengan para ulama, pemuda dan tokoh masyarakat tentunya.

Harapannya para kepala dusun dan ketua DKM se desa kertayasa bisa memahami dan bisa membedakan apa yang disebut radikalisme, inoleransi dan terorisme di ruang lingkup Desa Kertayasa.

Selanjutnya hal ini bisa terus disampaikan kepada masyarakat secara umum pada kegiatan-kegiatan  pengajian agar senantiasa terus mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya memahami ciri ciri dan faktor penyebab terjadinya radikalisme dan terosisme.

Selain itu, harapan kita juga berfokus kepada lembaga pendidikan formal di tingkat SLTP yang belum nampak hadir. Maka kami menjalin kerjasama antara lembaga kampus STITNU Al-Farabi Pangandaran dengan Pemerintah Desa Kertayasa dan semua stekholder terkait .

Kami dari lembaga perguruan tinggi siap mengawal hingga tahapan selanjutnya sampai dengan terbentuknya lembaga pendidikan islam formal tingkat SLTP / SLTA berbasis Pesantren sekaligus menghidupi pesantren yang sudah lama fakum yakni pesantren Da'watul Falah.

Dengan berdirinya lembaga pendidikan formal tingkat SLTP/SLTA di lingkungan pesantren, supaya bisa mengkanter paham paham yang masuk melalui jalur wisata yang berpotensi mengkikis kultur, budaya dan adat yang harus senantiasa dijaga bersama, juga sekaligus lebih mempersiapkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kemudian dalam rangka pengawalan di Desa Kertayasa juga telah ada Perda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang telah dibuat oleh DPRD Kab. Pangandaran yang akan dikawal oleh Mahasiswa, Bakesbangpol Kab. Pangandaran, Kodim 0625 Kab. Pangandaran, Polres Pangandaran dan seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Kertayasa Drs.Abdul Rohman juga sangat mengapresiasi  kegiatan yang diusung oleh mahasiswa KKN PAR STITNU Al-Farabi Pangandaran karena ini sangat membantu pihak Pemerintah Desa dalam menjaga dan mencegah paham paham dan budaya yang masuk melalui jalur wisata karena percuma desa kertayasa maju dengan wisata, tapi kultur dan kebudayaan yang ada menjadi tergerus bahkan sampai hilang. (AS).

 

 

Post a Comment

0 Comments