DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Ayahan ”Tewah” Adat Budaya Dayak Tomun di Desa Kujan Yang Masih Lestari dan Dipertahankan


Lamandau- LHI

Genap 40 hari terhitung dari   15 Mei  s/d 24 Juni 2023 meninggalnya ibunda kami tercinta demi rasa sayangnya kami dengan ibu kami oleh karena itu kami mengadakan acara 40 hari dan tewahan. Hal itu diungkapkan Bang Edy Purwanto kepada awak media LHI.

Acara 40 hari di adakan di rumah bekas Duka dengan rangkaian acara yang sudah di atur keluarga, dari kebaktian  berdoa bersama dengan acara di pimpin oleh Prater(pemimpin agama Katholik) sampai selesai.

Kemudian dilanjutkan acara Tewah tanpa adanya ritual (cuma melaksanakan adat budaya). Dalam acara tewah pertama tama diadakan makan adat di samunk' minum adat lalu nobank' jarau, nganyat lalu di tutup bagonak bagamalan ba igal tiga lobuhan. acara di tutup.

Acara Ayahan/Tewahan ini merupakan adat dan budaya yang masih melekat di hati orang kami lamandau umumnya terlebih kami orang Delang di manapun kami berada kami tetap melaksanakan adat budaya kami walaupun kami berbeda agama dan kepercayaan, tetapi kami tetap memelihara menjaga adat budaya kami dan tdk pernah kami merasa di pisahkan dan tidak pernah merasa terpisahkan oleh agama dan kepercayaan kami, justru semakin mempererat persatuan kami. Memang banyak berbeda agama ada agama Islam, Kristen, Katholik terlebihnya Kaharingan. Karena kami merasa kami beradat dan beragama karena kami yakin kami ber ADAT sudah pasti kami ber AGAMA itu sebabnya kami bersatu. Jelas pak Daniel Daur.

Kaharingan adalah agama LELUHUR kami sebagai agama lokal yang cikal bakalnya adat budaya kami dilahirkan sehingga ada sampai pada saat ini yang selalu kami jaga keutuhannya. Dan kamipun tidak mau menghilangkan adat budaya kami justru kami ingin mengangkat adat budaya kami dan lebih mendalami lagi yang tadinya hampir  hilang dan lupa malahan kami mau menggali lagi mencari orang-orang tua yang masih ingat supaya kami dapat penjelasan dari mereka.

Sangat di sayangkan sekarang adat budaya banyak yang sudah terabaikan gegara kebiasaan setiap acara di singkat singkat itu sebabnya adat budaya banyak terabaikan dan hampir hilang oleh sebab itu kami sekarang mau mengangkat nya lagi.

            Kemudian untuk penjelasan ke amanan.karena kami sudah merasa teratur dan sudah teratur berdasarkan pancasila sebagai dasar negara kesatuan Indonesia ini, oleh karena itu kami sangat patuh dengan hukum dan peraturan pemerintah. juga ketika kami mengadakan acara adat budaya, kamipun tetap meminta dan mengajukan kepada pihak wewenang pengamanan kepolisian untuk mengeluarkan surat izin keramaian. Juga kami merasa sangat terbantu keamanan kami karena kami juga mempunyai polisi adat yaitu BATAMAD yang di masing-masing  kecamatan di desa sudah terbentuk dan setiap ada acara adat budaya juga selalu eksis bertugas. Itu sebabnya kami merasa aman dan terbantu. jelasnya  .(RV BONIE/ AGUS )

 

Post a Comment

0 Comments