Pemkab OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan

Mantan Kapolda Jabar Berpesan, Masyarakat Agar Tidak Mudah Terprovokasi Berita Hoax


KOTA TASIKMALAYA
---Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN mengaku prihatin , bahwa sebagian masyarakat Indonesia sangat mudah sekali terpengaruh atau terprovokasi dengan beredarnya berita hoax (bohong) sehingga menimbulkan kerusuhan yang merugikan masyarakat itu sendiri.

            “Kami sangat prihatin dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya berita berita hoax, ajakan ajakan, isme yang dishare di medsos khususnya group WA dari orang orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan kerusuhan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Sebab, provokasi melalui berita hoax itu untuk mengadu domba masyarakat, yang tidak menginginkan Indonesia damai.Apalagi menjelang tahun politik 2024,”ungkap Abah Anton panggilan akrabnya saat dimintai komentar banyaknya berita berita hoax yang beredar di medsos.

            Anton Charliyan mencontohkan, beberapa hari belakangan ini  sempat viral, pemicu kerusuhan. Katanya karena adanya pemukulan dari pihak TKA China ke TKI, yakni kerusuhan terjadi di perusahaan pertambangan nikel PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Pada mulanya, kerusuhan terjadi karena adanya provokasi yang muncul saat ada ajakan karyawan untuk mogok kerja. Bentrokan yang terjadi di perusahaan smelter PT GNI dipicu karena adanya provokasi yang muncul karena ada ajakan mogok kerja dan ada beberapa peristiwa terkait masalah industrial yang saat itu sedang dirundingkan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah membantah kalau kerusuhan itu diawali dengan adanya pemukulan oleh tenaga kerja asing (TKA) terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI). Justru kerusuhan terjadi ketika adanya ajakan mogok kerja diikuti dengan provokasi melalui berita hoaks tersebut."Kemudian muncul viral seolah-olah terjadi pemukulan oleh TKA terhadap TKI sehingga ini yang kemudian memunculkan pengaruh provokasi dan kemudian mengakibatkan terjadinya penyerangan," terangnya.

            Dengan demikian, lanjut mantan Abah Anton, jelas itu berita hoax. Ternyata itu berita bohong yang ingin mengadu domba, dengan meniupkan sentiment anti asing, sentimen anti China. Karena yang terjadi sebenarnya adalah, adanya ajakan serta pemaksaan mogok kerja, sehingga terjadi keributan…..!! “Siapa yang rugi? Jelas kita, terutama masyarakat pekerja di perusahaan tersebut, lebih jauhnya investor dari luar negeri tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia,”ungkapnya

            Mantan Kadiv Humas Polri ini menambahkan, “Kalau begini terus , yang kesenengan adalah pihak luar negeri, karena pabrik pabrik (perusahaan asing)  di Indonesia pasti pada tutup, dan para investor akan memindahkan pabrik-pabriknya ke luar negri seperti : Vietnam , Malaysia, Thailand , Philipina ,Laos ,Burma dll, yang iklim investasinya lebih kondusif dalam berbagai faktor... Terutama yang menyangkut masalah sentimen intoleransi , hoax, jaminan kepastian hukum investasi & perlindungan tenaga kerja asing dll..... Padahal menurut data dari Dinas Imigrasi  bahwa TKA yang ada di Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden  Jokowi tidak sampai 1% dari jumlah penduduk, yakni hanya 0,3%, Saudi Arabia lebih dari 10%, Malaysia sendiri TKI Indonesianya lebih dari 15%, Tapi tidak dibilang meng-indonesia-kan Malaysia,atau meng-Indonesia-kan Saudi , di Indonesia yang TKA China nya hanya sekitar 0,15% saja ( tidak sampai 1/2 Persen ) dibuat isue seolah-olah akan men-China-kan Indonesia ….????? Dari mana rumus & teorinya ???

            “Akhirnya jika nanti investor luar negeri pada lari, yang pasti  akan rugi dan gigit jari, yaaa kita semua seluruh bangsa dan negara... akibat perbuatan fitnah dan hoax segelintir manusia yang memang menginginkan bangsa kita hancur dan terus berantem. Jika investor tidak mau menanamkan modalnya di negara kita, maka jumlah pengangguran makin banyak, masyarakat tidak memiliki pekerjaan. Kondisi ini sangat rawan terjadinya masalah besar bagi masyarakat dan negara. Siapa yang rugi, jelas masyarakat…. Karena itu, sekali lagi, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi berita berita hoax yang sangat merugikan, yang menimbulkan kerusuhan di Indonesia yang selama ini aman damai dan kondusif,”pungkas Abah Anton. (REDI MULYADI)****  

 

 

Post a Comment

0 Comments