Pemdes Pancur Jaya Gelar Acara Rembug Bahaya Stunting



Bengkalis, LHI

Kepala Desa Pancur Jaya Hasan Basri,ST, membuka secara resmi kegiatan Rembuk Bahaya Stunting di gedung pertemuan Desa Pancur Jaya dengan tema Cegah Bahaya Stunting Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Yang Baik, Selasa (20/09/2022) Kegiatan yang digelar bersama Dinas Kesehatan, ini menghadirkan narasumber Kepala Upt Puskesmas Teluk Lecah dr. Nelya Sasmita.

Dari hasil Pantauan Jurnalis Pulau Rupat di lapangan dan himpun oleh LHI, kegiatan tersebut berjalan lancar, aman dan tertib. Tampak menghadiri kegiatan, Kepala Pustu Pancur Jaya dr. Indra Kurniawan, Rosima, Amd, Keb, Bidan Desa. Suria Dewi Staf Khusus Stunting pancur jaya.

Acara turut dihadiri Sabsuandi, Amd Ketua BPD Pancur Jaya, Feri Permana sekretaris desa, Syahrudin, Amd Pendamping dana desa, Herlina, Amd Pendamping Pembangunan, Waini Korcam PKH, Ahmad Sarmudi TKSK Kec.Rupat, pengurus TP PKK Pancur jaya, Staf puskesmas teluk lecah,Kader Posyandu, Kepala dusun, Kaur / Kasi, dan Ketua RT/RW.

Hasan Basri menyampaikan "Pemerintah telah menjadikan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional Pemerintah menargetkan untuk menurunkan prevelansi stunting.

Untuk mencapai target tersebut, kata Kades, pemerintah telah menyusun strategi nasional yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak ditingkat pusat, daerah hingga desa dalam melakukan percepatan pencegahan Bahaya stunting

"Salah satu pilar penting yang perlu dilakukan adalah adanya konvergensi yang mutlak diperlukan, karena tanpa adanya konvergensi antar program kegiatan dan sumber pembiayaan maka upaya untuk melakukan percepatan pencegahan Bahaya stunting tidak akan maksimal," jelasnya.

“Untuk mencapai target nasional tahun 2024 maka perlu intervensi melalui program dan kegiatan OPD terkait, kecamatan, desa serta keterlibatan seluruh ormas dan CSR”. Tuturnya.

Dr.Nelya Sasmita Kepala Upt Puskesmas teluk lecah dan juga merupakan Ketua TP PKK Pancur jaya dalam laporannya mengatakan”Kegiatan ini diselengarakan sebagai upaya pencegahan dan penurunan Bahaya stunting terintegrasi di Kecamatan Rupat”.

"Diketahui saat ini pancur jaya terdapat sebanyak 11 anak terdata ke dalam stunting, Beliau menjelaskan “Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya".

"Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah".

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur nya.

Salah satu program yang kami tekankan kepada masyarakat adalah dengan mengkonsumsi daun kelor, kerana daun kelor memiliki gizi yang sangat baik, kami juga berharap kepada kader posyandu untuk memantau ibu hamil khususnya agar mendata dan menyarankan agar mau mengkonsumsi daun kelor. Jelasnya.

Sekaligus menyampaikan penjabaran hasil analisis situasi dan rencana kegiatan intervensi penurunan bahaya stunting, yang disampaikan melalui suria dewi staf khusus stunting desa pancur jaya.  

Syahrudin, Amd dalam kesempatannya mengatakan “Kegiatan stunting wajib kita laksanakan, kader posyandu wajib Dar us"

"Syahrudin, Amd dalam kesempatannya mengatakan “Kegiatan stunting wajib kita laksanakan, kader posyandu wajib Dari usulan ke desa agar nanti bisa di biayai dari APBDes, KPM Stunting juga juga harus saling berkolaborasi bersama bidan desa agar bisa satu desa satu data,” tuturnya.

"Kenapa hal ini penting, karena dengan konsumsi telur yang rutin dapat memenuhi kebutuhan protein, ini bagus untuk mencegah masalah stunting apalagi mulai dari anak-anak sudah terpenuhi kebutuhan gizinya."

Acara berjalan lancar dengan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama tim percepatan dan penurunan bahaya stunting.(SUPRAPTO)***

 

Post a Comment

0 Comments