Bank Sampah RW 11 Kelurahan Panyingkiran Kota Tasikmalaya Hasilkan Pupuk Kompos Organik


Kota Tasikmalaya LHI
 

Mendengar kata sampah selalu dikaitkan dengan berbagai permasalahan lingkungan, Namun apabila sampah dipilah dan diolah secara tepat ternyata dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan warga RW 11 Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, dipengelolaan Bank Sampah Mandiri Sindangsari ini sampah organik disulap menjadi pupuk bekas maggot (kasgot), pupuk organik cair, eco enzyme, budidaya maggot dan media tanam, sementara untuk sampah non organik plastik diolah menjadi aneka kerajinan kursi dan kerajinan lainnya.

Kepada salah satu awak media

Ketua KSM Yaya Sunarya mengatakan, dengan adanya Bank Sampah ini bisa mengolah sampah organik menjadi berbagai produk yang bermanfaat dengan budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) menjadi sampah organik untuk pertanian dan peternakan. Hal tersebut tentu bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam program bank sampah ini serta belajar bagaimana membudidayakan maggot sehingga tidak ada yang terbuang karena semua bisa dimanfaatkan. “Jadi ternyata sampah rumah tangga ini bisa ada nilai jual kalau diolah secara benar, "ungkap Yaya Sunarya.(22/09)

Dia menjelaskan, dalam budidaya maggot dilakukan dengan memanfaatkan buah yang sudah busuk yang didapat dari toko buah yang kemudaian dipilah, yang sudah rusak digunakan untuk budidaya maggot sedangkan yang masih utuh diolah menjadi eco enzyme. Hasil dari proses biokonversi sampah organik oleh larva lalat BSF kemudian menjadi pupuk kasgot, maggot itu sendiri kemudian dikeringkan sebagai produk makanan ternak unggas dan ikan.

Jadi proses budidaya maggot ini, terang Yaya Sunarya, punya sirkulasi yang terus-menerus dari penetasan telur menjadi larva, pengembangbiakkan dan pemanenan untuk menjadi maggot kering. Dan dalam pupuk organik kasgot ini tanpa campuran tambahan itu terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman hias, sayur serta buah-buahan.

Dia  juga menuturkan, keberadaan bank sampah ini ternyata telah mengubah kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, dan dalam pengelolaan bank sampah selalu diiringi dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya sosialisasi pemilahan sampah, pembuatan eco enzyme, Budidaya Maggot BSF dan pengolahan barang bekas menjadi kursi  tas dan lain lain  

Sementara menurut pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri, saat dihubungi lewat telepon, menyampaikan, sosialisasi dan pelatihan bank sampah kami lakukan mulai dari kreasi daur ulang dengan melibatkan masyarakat  serta melakukan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang pengolahan sampah.

Kata Feri, dalam pengelolaan bank sampah menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah di hulu dan pada skala rumah tangga. Jika saja sampah di kelola dengan benar tentu akan menjadi penghasilan tambahan bagi warga serta meningkatkan perekonomian masyarakat, karena di Bank Sampah Mandiri Sindangsari sampah dari masyarakat ini dihargai Rp 1500 per kilo gramnya dll. “Jadi selain menjaga kenbersihan lingkungan warga juga dapat menabung dari hasil sampah, “ujarnya.(SAKIMAN)

 

Post a Comment

0 Comments