Kepala Satpen Tingkat Dasar dan PAUD Kota Semarang Siap Implementasikan Kurikulum Merdeka


Semarang,LHI

Para kepala satuan pendidikan (Satpen) tingkat dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota Semarang siap mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri dan mengikuti asesmen nasional tahun tahun 2022.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan setelah mengikuti paparan dan tanya jawab dengan nara sumber sarasehan pendidikan bertema Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri dan Asesmen Nasional 2022 itu para kepala sekolah SMP, SD dan PAUD menyatakan siap untuk merealisasikannya.

"Para kepala satpen di kota Semarang yang menjadi peserta dalam sarasehan pendidikan bersama dua narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jateng berkomitmen untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri," kata Budiyanto dalam sarasehan pendidikan yang diselenggarakan DPKS di aula Hotel Candi Indah Convention, Jl Dr Wahidin Semarang, Sabtu (23/7).

Menurut Budiyanto, komitmen itu tentu akan diikuti dengan kesiapan mereka  untuk melakukan perubahan paradigma berfikir untuk bersungguh-sungguh mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri.

Selain itu, lanjutnya, pasca mengikuti sarasehan para kepala sekolah akan mengawal ketat para guru dan peserta didik dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri di lingkungan satpen yang dipimpinnya.

Dia menambahkan untuk merubah paradigma berfikir tentu banyak kendala,  para kepala sekolah, guru dan peserta didik akan menghadapi budaya hidup dan sistem baru karena seluruh proses implementasi menggunakan sistem digital. "Namun, kendala akan terurai  dan teratasi kalau seluruh proses implementasi itu dijalankan dengan cermat, disiplin, rapi dan teliti," tegas Budiyanto

Walikota Semarang Dr Hendrar Prihadi SE, MM saat membuka sarasehan pendidikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang mengatakan penerapan kurikulum merdeka dan asesmennya harus dilandasi semangat untuk berubah secara mendasar."Perubahan itu harus mengarah pada satu titik yakni eksplorasi terhadap keunggulan dan kelebihan yang melekat pada diri setiap peserta didik," tuturnya. (TIM)***

 

Post a Comment

0 Comments