Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam yang ke 1444 dan Menyambut HUT RI Ke-77, PAC GP Ansor Karangkamiri Gelar Diskusi Panel Tadarus Kebangsaan.




Pangandaran LHI

Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangkamiri gelar diskusi panel TADARUS KEBANGSAAN dalam rangka menyambut tahun baru Islam dan memperingati kemerdekaan negara republik Indonesia yang ke-77 Dusun Bangunsari, Desa Karangkamiri, Kec. Langkaplancar, Kab. Pangandaran pondok pesantren Fisabilil Huda Bangunsari (jumat, 29 Juli 2022).

Acara tersebut dihadiri oleh Ulama dan Umaro setempat  yang diantaranya, Jajaran Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Karangkamiri, Ketua KPU Kab. Pangandaran (pemateri) Ketua PAC Pemuda Pancasila Langkaplancar, perwakilan Ketua Karangtaruna Kec. Langkaplancar, dan Sebanyak 70 Peserta, yang terdiri dari Kyai, Ajengan, Pimpinan Pondok Pesantren, Pemuda dan Pelajar. 

Ketua PAC GP Ansor Karangkamiri Yajid Mujahid memimpin acara tersebut beliau menerangkan tujuan dari digelarnya acara tersebut, tadarus kebangsaan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat gerakan pemuda dari semua unsur agar supaya menguatkan spirit hubbul wathon minal iman sebagai landasan utama gerakan pemuda dalam membangun masa depan umat dan bangsa.

Dalam sambutannya Ketua PAC GP Ansor Karangkamiri Yajid Mujahid mengungkapkan alasan terselenggaranya diskusi panel tersebut "Kegiatan ini lahir dari hasil diskusi internal Rijalul Ansor Karangkamiri. Bahwa kegiatan kajian rutin Rijalul Ansor PAC Karangkmri yang biasa dilaksanakan sekali  dalam 1 bulan, pada bulan ini, bertepatan dengan akhir tahun 1443 H yang kebetulan berdekatan dengan HUT RI Ke 77 ini akan dilaksanakan dengan beberapa improvisasi, diskusi yang  biasanya diisi oleh kajian kitab kuning, diganti dengan diskusi dan kajian kebangsaan.

"Kemudian untuk peserta, biasanya hanya internal PAC ANSOR, untuk kegiatan bulan ini juga mengundang beberapa sahabat pemuda dari Ormas Pemuda Pancasila PAC Langkaplancar( Sukandar) dan PK Karangtaruna Kec. Langkaplancar.

Masih dalam sambutannya, ketua PAC Ansor Karangkamiri mengajak kepada para peserta yang hadir agar senantiasa menjaga keutuhan dan selalu senantiasa menjaga spirit gerakan dari setiap individu sampai organisasi agar tercapainya masa depan yang cerah dengan semangat kesatuan kebangsaan dalam pembangunan negara.

"Tadarus kebangsaan ini kami laksanakan untuk menumbuhkan semangat gerakan pemuda dari semua unsur masyarakat individu maupun organisasi sampai ke tingkat tinggi.

Tentu dengan harapan mampu  menguatkan spirit hubbul wathon minal iman sebagai landasan utama gerakan pemuda dalam membangun masa depan umat dan bangsa. "Suatu kehormatan dan kebanggan yang  luar biasa saya sebagai ketua PAC GP Ansor Karangkamiri berkesempatan bisa bersinerge dengan elemen pemuda yang ada, dalam hal ini di antaranya Pemuda Pancasila PAC Langkaplancar dan  Karangtaruna Kecamatan Langkaplancar.

"Saya yakin ini adalah langkah awal merawat spirit gerakan kita untuk menjaga kebersamaan pemuda dalam membangun masa depan umat dan bangsa.

Gerakan pemuda telah melahirkan peradaban begitu cemerlang dalam konteks membangun masa depan maka daripada itu generasi penerus harus mengetahui sejarah daripada bangsanya sendiri seperti kata Soekarno "jangan sekali sekali lupakan sejarah" maka sangat tepat sekali dengan tema kegiatan ini yakni TADARUS KEBANGSAAN.

Tadarus kebangsaan ini juga bertujuan utk menumbuhkan semangat gerakan pemuda dari semua unsur untuk dapat menguatkan spirit hubbul wathon minal iman sebagi landasan utama gerkan pemuda dlm membangun masa depan umat dan bangsa.

Dalam suatu perjalanan menuju gerbang kemerdekaan pada masa penjajahan para pejuang terdahulu dengan semangat nasionalisme yang dibalut keimanan dari agama dan kepercayaan dari masing-masing pejuang terkhusus dari kalangan Islam yang menjadi pelopor pergerakan dari zaman kerajaan hingga yang termasyhur yaitu zaman Hadji Oemar Said Tjokroaminoto yang melahirkan tokoh pejuang muda yaitu para muridnya.

Konstruksi masa depan tidak lain dan tidak bukan adalah dari hasil jerih payah seluruh rakyat bumiputra yang didalamnya ada para pemuda dengan semangat membangun masa depan yang cerah dengan pengorbanan yang luarbiasa kerasnya.

"Pondasi awal suatu bangsa adalah kecintaan terhadap kedamaian, kesatuan, dan saling toleransi dalam menyikapi perbedaan untuk kemudian saling mengakui keberadaan tersebut, paparnya.

Acara TADARUS KEBANGSAAN  berlangsung sangat meriah dan disambut hangat oleh para peserta terkhusus pondok pesantren Fisabilil Huda Bangunsari yakni kediaman ketua rijalul Ansor Irfan Ali.

Tak terlewatkan dengan meriahnya kegiatan tersebut para peserta juga sangat memerhatikan setiap detail pemateri.

Dapat kegiatan ini terlihat dengan jelas antusias para peserta tak luput daripada solidaritas organik dari para pemateri dan moderator.

Pada kegiatan pemateri menyampaikan kiat kiat dan pandangan secara mendalam untuk berkiprah dalam menyongsong masa depan dan dipaparkan dengan sangat jelas oleh setiap pemateri dari hal paling dasar hingga paling kompleks.

Dalam diskusi tersebut para pemateri dan moderator menyuguhkan gagasan-gagasan kepada para peserta dan saling menguatkan antar materinya.

"Status hubul Wathon minal iman hukumnya sohih, tugas dari manusia itu sendiri adalah untuk saling mengenal dan saling berbuat baik.

 Hubul Wathon minal iman menjadi kewajiban bagi setiap warga negara dalam menjaga keutuhan dan kesatuan negara. Jangan sampai kemudian aqidah dan atau perbedaan-perbedaan lainnya dijadikan politik identitas yang malah menjadikan pemicu perpecahan. "Maka mari kita jaga keutuhan dan kesatuan negara indonesia ini dengan berperan dan saling berbuat baik dalam membangun masa depan.

" Kang Muhammad Komara S.Hi

"Elaborasi daripada hubul Wathon minal iman adalah dengan mengambil spirit perjuangan hingga bagaimana kemudian spirit perjuangan itu tidak hanya jadi angan angan belaka dan menjadi suatu aspek penting dalam bernegara dan berbangsa.

"How about we ? ......Aspek penting negara yaitu : 1. Agama, 2. Suku, 3. Ras, 4. Bahasa, 5. Bangsa. Agama biasanya menjadi suatu alasan manusia berkumpul dan mempunyai alasan untuk hidup namun sangat rentan dengan perpecahan atau diskriminasi value yang harus diterapkan adalah tolerasi dan saling mengakui eksistensi setiap sendinya.

"Pancasila melebur dalam setiap sendi negara, setiap aspeknya hingga menjadi satu kesatuan yang terikat dan kuat, kemudian démokrasi suatu sistem kenegaraan sebagai kristalisasi suatu perbedaan dan kebebasan dalam setiap individu karena hak warga negara dalam menuangkan pilihannya, pendapatnya, pandangan dan lain sebagainya."

Moderator Dede Komarudin S.H menyampaikan beberapa patah kata yang sangat krusial dan menimbulkan rasa penasaran kepaea para peserta yang hadir."Bagaimana kita akan mempersiapkan diri untuk mengahadapi Bonus Demografi pada 2030-2040, dimana pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun) dibandingkan usia non produktif.? harus kita jawab dari sejak sekarang"  Ujarnya.

Dipenghujung acara Moderator menyimpulkan dengan sangat singkat padat dan nikmat kepada seluruh peserta yang masih sangat antusias yang dibagi menjadi 2 poin yaitu :

1.bahwa Hubbul wathon minal iman adalah faham universal kebangsaan yang tidak terbatas pada dimensi suku, bahasa, kulit, warna, etnis dll dimana faham ini menjadi fundamen pembangunan bangsa.

2. Toleransi dalam keberagaman sudah harus bertransformasi menjadi akseptasi, yaitu tidak hanya menerima segala perbedaan, tetapi hubungan yang dibangun lebih kpda ikatan saling melindungi dalam perbedaan satu sama lain. (AS/TIAN)

 

Post a Comment

0 Comments