Peningkatan Jalan Desa Ketam Putih Kelemantan Diduga Tidak Sesuai Dengan Bestek


Bengkalis, LHI.

Masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Bengkalis yang telah.membangun sarana prasarana antar penghubung desa ke desa yang jalan nya sangat rusak,ketika di lewati oleh masyarakat.

Tetapi di dalam pekerjaan proyek tersebut,di duga banyak penyimpangan seperti kayu gambangan berukuran 10-8 cm kebawah dan menguna kan kayu tengek burung,kayu getah,kayu mata keli yang bukan kayu hutan kelas dua.

Berikut nya lokasi yang di beri kayu gambangan,tidak di rata dan di padati cuma di susun aja kayu gambangan kemudian di pasang karpet hitam(giotek) dan langsung penimbunan.di laku kan seorang pekerja yang tidak mau menyebut jati diri nya,dan mengata kan bahwa ia di suruh membuat pekerjaan seperti ini,jelas nya kepada awak media yang berkunjung pada hari Kamis 02 Juni 2022 sekitar pukul 16 wib sore.

Ketika di tanya oleh awak media,siapa pengawas nya,dan dimana keberadaan nya.pekerja itu menjawab,entah ya,saya tidak tau pengawas nya,ungkap pekerja itu,sambil menenteng parang untuk alat kerja nya.

Memang untuk awak media,sangat tertutup untuk memberi kan informasi ada dugaan nya,seolah olah sudah di pesan kepada pekerja,ketika di tanya awak media.semua nya pekerja selalu berbahasa tidak tau,itu sering di ungkap kan ketika awak media bertanya.

Tertera di papan kegiatan pelaksana proyek,cv dinasti wan ilyas dengan kontrak senilai Rp. 9,440,387,294,02 dan konsultan pengawas PT Abata rencana karyanusa dengan waktu pelaksana selama,150 hari kerja.

Ketuan LSM lipan Beni mengata kan, akan mengumpul kan data di lapangan,apa bila ada temuan pekerjaan proyek peningkatan jalan ketam putih -kelemantan di temukan pekerjaan nya,yang di duga tidak sesuai spesikasi tehnis,ketua lsm lipan akan membuat laporan kepada penegak hukum dan kepada dinas terkait sebagai pelaksana jelas nya Beni. (tim)

Post a Comment

0 Comments