Pemkab OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan

Anton Charliyan: “Dua Jempol Untuk Jajaran Polri Yang Berhasil Menangkap Petinggi Khilafatul Muslimin”


Tasikmalaya,LHI

Jajaran Polri berhasil  menangkap petinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja di wilayah Lampung, hari Selasa (7/6/2022) . Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.Abdul Qodir Hasan Baraja ditangkap polisi seusai menunaikan sholat subuh di Masjid Kantor Umum Khilafatul Muslimin di Bumi Waras, Bandar Lampung.Setelah ditangkap, Abdul Qadir langsung dibawa ke Jakarta untuk diperiksa di Polda Metro Jaya.Abdul Qodir Baraja ditangkap karena diduga menyebarkan paham atau ideologi yang bertengan dengan pancasila dan NKRI.Setelah menangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin, polisi menggeledah Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung.Polisi membawa barang bukti berupa 2 unit printer, perangkat komputer, buku dan dokumen, atribut, serta pakaian.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga pimpinan cabang Khilafatul Muslimin atas dugaan penyebaran berita bohong dan percobaan makar yang dilakukan melalui aksi konvoi di wilayah Brebes, Jawa Tengah pada Senin (6/6).Tiga orang yang diamankan yaitu GZ selaku pimpinan cabang Jamaah Khilafatul Muslimin, serta DS dan AS yang merupakan pimpinan ranting jemaah Khilafatul Muslimin.

Dengan adanya penangkapan terhadap petinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Hasan Baraja dan tiga pimpinan cabang Khilafatul Muslimin di Brebes Jawa Tengah yang dilakukan jajaran Polri Bersama TNI dan BNPT RI mendapat apresiasi dari mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr. Anton Charliyan,MPKN sebagaimana disampaikan kepada LINTAS PENA MEDIA, Selasa (07/06/2022)

“Kami apresiasi terhadap kinerja jajaran Polri bersama TNI dan BNPT yang bergerak cepat serta menangkap pentolan Khilafatil Muslimin yang sempat viral di medsos yang melakukan konvoi 'Kebangkitan Khilafah' menggunakan sepeda motor di wilayah Cawang, Jakarta Timur dan Brebes Jawa Tengah.”ujar Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan.

Bahkan, lanjut Abah Anton, kita harus mendukung penuh Polri dalam mengamankan dan menjaga stabilitas serta kewibawaan  negara dengan menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin.Karena jika hal ini dibiarkan ibarat membiarkan api dalam sekam,sebelum membesar dan bisa membakar Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Karena jelas sekali dan secara terang terangan, ormas Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qodir Hasan Baraja ini memiliki latar belakang dan juga kedekatan dengan sejumlah organisasi teroris, sehingga mereka berpotensi menimbulkan kejahatan tersebut.

Mantan Kadiv Humas Polri ini meminta pemerintah daerah, agar mewaspadai gerakan organisasi Khilafatul Muslimin. Abah Anton  menilai organisasi itu berpotensi melahirkan terorisme.Karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme. “Saya perhatikan,   kelompok Khilafatul Muslimin memiliki ideologi yang berkaitan dengan gerakan terorisme. Hal tersebut dikaitkan dengan penangkapan NAS, tersangka teroris di Bekasi.Dampak ideologis, gerakan ini memiliki visi dan ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror.Khilafatul Muslimin mirip dengan organisasi teroris lainnya.Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, JI, JAD maupun jaringan terorisme lainnya.Khilafatul Muslimin mengaku tidak menentang Pancasila. Namun, Khilafatul Muslimin mengkafirkan sistem yang tak sesuai dengan pandangannya.Pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya. Dua, secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI, dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme," paparnya.

Selain memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri beserta jajarannya, Anton Charliyan pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesi agar mewaspadai terhadap kelompok Khilafatul Muslimin tersebut dan kelompok radikal lainnya."Ini bukan main-main. Kelompok Khilafatul Muslimin tengah menyiapkan kekuatan. Dan kekuatan ini bisa kapan saja akan meledak,  bisa melakukan gerakan separatis jika tidak diantisipasi. NII adalah ancaman serius bangsa Indonesia hingga dekade mendatang. Semua elemen masyarakat harus waspada. Khilafatul Muslimin perlu disikapi serius. Sebab, gerakan Khilafatul Muslimin adalah embrio kebangkitan Negara Islam Indonesia (NII).Apalagi dalam sejarahnya secara hukum telah terbukti memiliki rencana menggulingkan Pemerintah Indonesia yang sah yang bersendikan Pancasila," pungkasnya.(LUKMAN NUGRAHA)***

 

Post a Comment

0 Comments