Visi dan Program Ketum PP KMP Terpilih Moh. Luthfi Aditya



Pangandaran LHI

Muhammad Luthfi Aditya Hidayat telah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Pangandaran  (PP KMP) Masa Khidmat 2022-2024 dalam Kongres IV KMP di Parigi, Pangandaran. Dikukuhkan Secara resmi di Aula Setda Kabupaten Pangandaran pada Kamis 19 Mei 2022.

Berbagai Visi dan Program Telah dicanangkan agar organisasi kemahasiswaan terbesar di kabupaten Pangandaran menjadi lebih baik dimasa kepemimpinannya.

Luthfi melihat, basis KMP tersebar diberbagai Perguruan Tinggi, baik Universitas, Institut, maupun Sekolah Tinggi, terhitung 15 kampus besar tersebar diberbagai Perguruan Tinggi Indonesia. Kedepan Ia ingin KMP mampu lebih baik dalam mengasah ilmu pengetahuan, ini yang menajadi kata kunci luthfy untuk mengembangkan KMP kedepan.

Melalui visi besar "Transformasi Organisasi Menuju Pangandaran Maju dan Mendunia" kami memandang sudah saatnya organisasi mahasiswa melakukan perubahan dalam segi berpikir dan bergerak bukan hanya sebagai oposisi pemerintah saja, bukan hanya sebagai control pemerintah saja. Namun ada hal yang lebih penting dari sekedar mengkritisi peristiwa.

Selayaknya kaum intelektual dituntut untuk menciptakan ide ide besar, imajinasi tinggi, dalam berkontribusi secara nyata untuk kabupaten pangandaran maju dan mendunia.

Keanggotaan yang beragam jurusan ada yang jurusan Pendidikan Pertanian, Kesehatan, Hukum, Teknologi, Sastra, Budaya dan tentunya masih banyak lagi. Potensi besar ini harus betul betul dapat dioptimalkan karena ini merupakan aset besarnya pangandaran.

Jika hari ini pemerintah dengan tujuan besarnya menciptakan wisata berkelas dunia, maka dengan memaksimalkan potensi para kaum intelektual ini, saya meyakini mahasiswa dapat berpikir jauh tentang bagaimana terciptanya pendidikan yang maju, kesehatan yang maju, petani yang maju, ekonomi yang maju dan lain sebagainya.

Sehingga dengan demikian mahasiswa mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tata peradaban yang lebih maju dan lebih baik lagi di kabupaten pangandaran.

saya tegaskan, apa yang saya sampaikan bukan berarti keluarga mahasiswa pangandaran menjadi penjilat pemerintah, menjadi budak kekuasaan, melainkan kami sangat sadar betul akan tugas kami sebagai kaum intelektual kritis. Jika saja kedepan pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, melakukan penindasan. Maka akan kami pastikan, keluarga mahasiswa pangandaran akan menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan.(AS)

 

 

Post a Comment

0 Comments