Kens ; "Ada 2500 Anggota Khilafatul, Kita Jangan Merasa Aman Dan Siaga Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme. Lampung Perlu Perhatian Khusus"

 

Jakarta, LHI,- Dalam upaya menghalau paham dan gerakan kasus radikalisme serta terorisme di Indonesia. Ken Setiawan mengungkapkan bahwa di Lampung saat ini seperti puncak gunung es, artinya kasus yang sebenarnya di daerah Lampung  jauh lebih serius dan akan menjadi bom waktu bila tidak ditindaklanjuti dengan bijaksana, Sabtu (28/5).


Melalui pesan WhatsApp Ken mengatakan kepada LHI;

"Ada 2500 anggota Khilafatul Muslimin saat ini bukan angka yang kecil, dan kalau dibiarkan tentunya akan semakin besar". Ungkap Ken Setiawan.


Ia mengajak semua pihak terkait sekaligus menegaskan, kita semua harus waspada dan tidak boleh merasa aman, justru ketika kita merasa aman adalah hal yang sangat berbahaya, kita mudah terlena.


Ken Setiawan merupakan Pendiri NII Crisis Center, baginya tidak kaget apabila ada mahasiswa asal Lampung yang terpapar paham radikalisme dan terorisme. 


Ken menerangkan, Bahkan di Kabupaten Lampung Selatan ada kampung khilafah yang masyarakatnya antidemokrasi.


Ken Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) ini menyebut peta gerakan radikalisme di Lampung dinilai sudah mengkhawatirkan.


“Mereka antidemokrasi. Bahkan, di Kota Bandar Lampung mereka ada di setiap kecamatan dan menguasai beberapa masjid sebagai basis pergerakan mereka,” ujar Ken Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat 27 Mei 2022. 


Sebelumnya, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap mahasiswa bernama Ilham Alfarizi pada Senin, 23 Mei 2022 lalu. Diketahui, mahasiswa tersebut tercatat di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Malang.


Ilham merupakan warga asal Bandar Lampung. Ia bertempat tinggal di Jalan Darma Bakti, Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.


Ken menyebut, rata-rata para pelaku terorisme di Lampung merupakan kelompok Jamaah Islamiah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


“Tetapi kebanyakan, dasar pemikiran terorisme mereka dapat dari belajar di NII dan Khilafatul Muslimin,” tuturnya.


“Sekitar 90% pimpinan Khilafatul Muslimin adalah pengikut NII yang ganti baju, termasuk imam atau khalifah atau Amirul Mukminin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, yang merupakan tokoh NII dan mantan narapidana pelaku bom Borobudur,” ungkapnya. (Red/E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments