Kades Kondangjajar- Cijulang Angkat Bicara Soal Ambruknya Bronjong Jembatan Bailey Nusawiru-Batukaras



Pangandaran LHI

Jembatan bailey Sodongkopo yang  baru selesai dibangun Desember 2021 lalu, diduga kurang pengawasan dan tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), serta terkesan   asal jadi, kini bronjong batu jembatan tersebut mengalami kerusakan, sehingga harus ditutup sementara khusus kendaraan roda empat

Jembatan bailey tersebut merupakan akses penghubung Nusawiru dan Batukaras namun sayang harus di tutup sementara, setelahnya mengalami kerusakan. "Kekecewaan warga pangandaranpun bermunculan melalui postingan di media sosial, dan di salah satu grup what's up.Dalam unggahan juga dibagikan foto jembatan yang bermodel bailey itu Bronjong batu di bagian aboutmen longsor ke sungai, dan di tutup sementara untuk kendaraan roda empat.

Dari pantauan awak media, jembatan Bailey tersebut sedang ada perbaikan di, tampak alat berat di lokasi, jembatan tersebut dilaksanakan oleh PT Fajar Eka Cipta, Nilai kontrak Rp 8.918.538.318.90, jenis pekerjaan 1M pekerjaan pembangunan jembatan dan akses jalan Batukaras-Nusawiru.

Seperti dikatakan Mukarom selaku Kepala Desa Kondangjajar melalui telepon what's up, dia menilai pekerjaan tersebut terkesan asal jadi, masa sih pekerjaan baru saja selesai sudah rusak, jelasnya, Jum'at (29/4/2022).

Dijelaskan Mukarom lagi, itu kan awalnya bekas kolam sehingga kultur tanahnya tidak begitu padat, mestinya sejak awal Dedah diperhitungkan dengan matang, sehingga tidak terjadi longsor, maka saya menduga perencanaan pekerjaan tersebut ceroboh.

Masih kata Mukarom, pekerjaan tersebut roboh di bagian beronjong batu yang menahan penyanga jembatan, namun kini sedang di perbaiki, tapi belum selesai 100%, sehingga untuk sementara jembatan tersebut untuk sementara tidak bisa dilewati oleh kendaraan jenis mobil.

Kita melihat batu yang di gunakan beronjong diduga kurang berkualitas, pasalnya batu yang digunakan batu hitam petir, sehingga dapat mengurangi kualitas pekerjaan jembatan, jelasnya 

Memang jembatan tersebut merupakan jembatan sementara, namun meskipun jembatan sementara seharusnya jangan di buat asal asalan, apalagi anggaran untuk jembatan tersebut memakan biaya 8 Milyar lebih.

Apalagi jembatan sodongkopo tersebut belum diresmikan, tetapi sudang rusak, meskipun jembatan tersebut sipatnya sementara dan belum diresmikan namun sudah rusak, berarti ada pengerjaan yang kurang sesuai dengan kondisi dan perencanaannya.

Saya berharap, supaya pembangunan jembatan sodongkopo tersebut menghasilkan pekerjaan yang baik dan berkualitas, maka perlunya ada pengawasan yang benar dari instansi terkait, tegas Mukarom.

Terlebih jembatan tersebut merupakan akses jalan menuju objek wisata Batukaras,tentu dengan adanya jembatan tersebut, selain meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten pangandaran, pungkasnya. (AS)*

 

Post a Comment

0 Comments