DKUKMP Kota Banjar Latih UKM Senior Tingkatkan Digital Market, SDM dan Manajemen Agar Sejajar Dengan Pengusaha Yang Telah Maju

Banjar, LHI,- Senin (23/5) bertempat di aula Backyard Cafe, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (KUKMP) Kota Banjar melaksanakan kegiatan pelatihan UMKM dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan usaha mikro serta kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia usaha mikro Tahun anggaran 2022. Kegiatan pelatihan UMKM selama tiga hari dari Tanggal 23 Mei hingga 25 Mei 2022. 


Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar H. Edi Herdianto, S.Sos, M.Si melalui Sekdisnya Neneng Widya Hastuti, S.Sos, M.Si membuka kegiatan pelatihan UMKM bersama Kepala Bidang KUKM Tatang Nugraha, SE., M.Si dan Kasi UKM Hendra Gunawan, SE., M.Si serta staf Bidang KUKM lainnya. 


"Pelatihan di ikuti sebanyak 25 peserta pelaku UMKM yang sudah senior. Materi pelatihan lebih mengedepankan kepada digital marketing."


Menurut Neneng bahwa peserta UMKM senior biasanya lebih mengabaikan pemasaran di online. Padahal volume pemasaran di online lebih dapat menjangkau konsumen seluas - luasnya. 


"Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para UMKM Banjar dapat memfraktekanya dengan berjenjang. Lebih giat lagi dalam memposting produknya baik di medsos Facebook, IG, YouTube dan lainnya". Ucapnya. 


Kepala Bidang KUKM Tatang Nugraha menyampaikan, kegiatan pelatihan tersebut merupakan wujud keberpihakan Pemerintah Kota Banjar terhadap perkembangan para pelaku usaha yang ada di Kota Banjar. 


"Pelatihan UMKM ini kita sambut gembira dengan kebahagiaan, terima kasih kepada kalangan akademik dan pihak terkait yang selalu mendukung keberadaan pelaku UMKM Kota Banjar". Ujar Tatang.


Usaha mikro dan kecil menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Jumlah usaha mikro dan kecil di Kota Banjar tercatat sebanyak 19.665 unit, UKM telah menyentuh hampir seluruh bidang perekonomian dimasyarakat yang meliputi sektor pertanian, peternakan, perdagangan, industri, jasa dan lain-lain. 


Kendala UMK berkembang maju yang dominan melanda lebih dikarenakan alasan klasik yakni keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi permasalah serius para pelaku UMK di Indonesia. 


Seiring perkembangan jaman semakin modern, dibutuhkanya sumber daya manusia yang profesional dan memiliki kecerdasan intelektual untuk dapat kompetitif bersaing dengan pelaku UMK luar Banjar. 


Aspek - aspek entrepreneurship sangat perlu ditingkatkan kewirausahaan yang meliputi Manajemen tekhnik produksi, pengembangan produksi, pemasaran dan pengadministrasian harus benar dikelola dengan baik. 


Tatang berharap dari pelatihan UMK tersebut berdampak positif lebih kepada peningkatan dan pengembangan usaha mikro dan kecil Kota Banjar dapat sejajar dengan pengusaha lainnya yang telah maju. 


Sebagai tanda dibukanya pelatihan UMK, sekdis Dinas KUKMP Kota Banjar bersama seluruh jajaran dan peserta pelaku UMKM Kota Banjar menyerukan yel yel UMKM Banjar Juara, sebagai motifasi penyemangat jalannya pelatihan tersebut. 


Kepada LHI Tatang selaku Kabid KUKM menjelaskan, sangat banyak rencana program untuk memajukan perekonomian melalui para pelaku UMKM Banjar termasuk hal besar lainnya. 


Menurutnya pemanpaatan potensi Kota Banjar sebagai pintu gerbang Provinsi Jawa Barat berbatasan dengan Jawa Tengah juga masih menjadi PR besar untuk di imflementasikan suatu saat yang mana harus seiring sejalan dengan pemangku kebijakan yakni Kepala Daerah dan DPRD Kota Banjar. (E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments