Curhat Di Medsos, Warga Asal Desa Bojong Kecewa Dengan Layanan Puskesmas, Ini Fakta Yang Sebenarnya


Pangandaran LHI

Saking kesalnya dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Parigi yang di duga lambat dalam memberikan hasil tes laboratorium , hingga di unggah di media sosial.

Akun facebook Maman Badrujaman membeberkan kekecewaannya terhadap pelayanan Puskesmas Parigi yang menurutnya dianggap kurang profesional dalam pelayanan.

Ia mengunggah kekecewaannya lewat akun facebook pribadinya atas nama Maman Badrujama pada hari Sabtu tanggal 28 Mei kemarin.

Saat di kompirmasi terkait unggahan di akun Facebook lewat telepon, Maman Badrujaman mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Parigi. Maman juga membeberkan kronologisnya saat diriniya mengantar anaknya bernama Andini Dwi Badriani untuk berobat di Puskesmas Parigi. Minggu (30/5/2022).

Gimana gak kesel, tambah Maman, anak saya adalah salah satu pasien rawat jalan, pada tanggal 17 Mei 2022 anak saya dilakukan cek dahak, namun sampai tanggal 27 Mei 2022 belum juga ada hasilnya, begitu di tanyakan katanya tunggu nanti di telepon, itupun tanpa memberikan alasan yang jelas, jelasnya.

Maka sengaja saya unggah di media sosial, karena saya merasa heran, ko lama sekali hasil cek dahak anak saya, tegasnya.

Dikatakan lagi Maman, kebetulan saya ada rekan yang kerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, dan daya memintanya untuk menelusuri ke Labkesda, dan ternyata sample dahak anak saya dari lab puskesmas parigi tidak ada.

Maka dari itu, tegas Maman, mohon kiranya kepada Bapak Bupati  Kabupaten Pangandaran, Bapak H Jeje Wiradinata untuk menindak lanjuti kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi pada pasien yang lain, harapnya.

Melihat kondisi anaknya yang terlihat semakin lemah, Maman bergegas membawa anaknya ke UGD RS Pandega, namun sayang harus pulang karena kata petugas harus melalui poli lebih dulu, pjngkasnya.

"Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Puskesmas Parigi Oyat Hidayat menyampaikan permohonan maaf kepada pasien juga keluarganya atas keterlambatan hasil tes dahak tersebut, meskipun memang keterlambatan hasil tes dahak itu bukan di puskesmas, jelasny.

Oyat juga membeberkan mekanisme cek dahak, yang mana cek dahak tersebut melalui aplikasi yang dimakan aplikasi sitras.

Masih kata Oyat, itukan kejadian pengambilan sampel dahak pada tanggal 17 Mei 2022, sementara untuk pemeriksaan dahak itu harus melalui aplikasi sitras, jadi kalau tidak melalui aplikasi sitras tidak bisa di terima si dahaknya, jelasnya.

"Di contohkan Oyat, misalkan dahak tersebut di ambil oleh puskesmas, lalu kita order ke kantor Pos, nanti pihak kantor Pos itu mengambil dahak tersebut ke Puskesmas, tetapi kita biasanya dalam pengajuannya setelah dahak tersebut lebih dari satu, karena itu ada semacam bakinya, paparnya.

"Jadi kalau misalkan satu dahak langsung diambil sama kantor Pos, nantinya penghamburan media tempat dahak itu sendiri.

"Pada tanggal 25 Mei kita juga kirim What's App ke kantor pos, dan pada tanggal itu juga pihak kantor Pos mengambil dahak tersebut ke Puskesmas.

"Sejak awal puskesmas sudah melakukan upaya ke kantor pos, namun ketika petugas dari Puskesmas mendatangi kantor pos, kantor pos itu sendiri tutup, nggak tahunya pindah tempat, jelasnya lagi. Jadi memang pemeriksaan dahak itu tidak bisa kita langsung mengantarkannya ke labkesda, namun tetap harus melalui aplikasi sitras, itu lah kendalanya sehingga terjadi keterlambatan, pungkasnya. (AS).

Post a Comment

0 Comments