Menjelang Lebaran Tiba Tradisi Lampu Colok Di Bulan Suci Ramadhan 1443 H Desa Pangkalan Batang Barat


Bengkalis. LHI.

Kamis.7/04/22"- Di desa pangkalan batang dan sekitarnya, dalam menyiapkan sebuah menara Lampu Colok yang akan dinyalakan pada malam 7 Likur atau 27 Ramadhan, menyimpan banyak hal positif.

Tradisi Lampu Colok yang pada Desember 2021 kemarin ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Risti) RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Bengkalis dan telah masuk dalam agenda budaya nasional.

Dengan demikian, secara tidak langsung menjadi motivasi besar memecut semangat bagi para pekerja yang menyiapkan sebuah menara yang dikerjakan bisa memakan waktu selama lebih 3 pekan ini.

Pecutan itu terlihat jelas di wajah pemuda dan kaum bapak yang beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan telah pergi ke hutan mencari kayu yang akan digunakan sebagai steling untuk pondasi menara yang akan dipasangkan paku tempat ribuan Lampu Colok diletakkan sesuai dengan gambar rumah ibadah yang telah dipilih.

Dedy Asiadi, Ketua Umum 2 menara Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis Riau menyebutkan kerja berat mencari kayu steling dikerjakan sebelum Ramadhan agar para anggotanya tetap bisa berpuasa selama Ramadhan.

Dalam mencari kayu ini, ada anggota yang tangannya terkilir, ada yang demam dan ada pula yang mukanya terkena daun kayu yang tumbang setelah mereka tebang. Namun, semua itu sedikit pun tidak mengurangi semangat dalam menyiapkan Lampu Colok yang akan mereka ikuti dalam Festival Lampu Colok 2022 yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.

"Alhamdulillah, pada tahun ini kita kembali membuat desain gambar masjid tige dimensi dengan jumlah kaleng lebih kurang 6.000an," kata Dedy Asiadi kepada awak media, Selasa (05/04/2022) tengah malam di lokasi menara Lampu Colok Dusun Kematang bergabung dengan Dusun Karya Bakti.

Dari ribuan kaleng colok atau pelita minyak ini masih ada pelita-pelita yang telah digunakan pada tahun-tahun sebelumnya masih layak digunakan kembali. Kekurangannya dibeli lagi kaleng baru yang akan dijadikan Lampu Colok.

Selama bulan Ramadan, pekerjaan mulai membuat menara, menyiapkan pelita dan lain sebagainya dimulai pada malam hari bakda tarawih dan witir. Ada juga dikerjakan pada petang hari bakda Asar, namun sifatnya hanya pekerjaan ringan sahaja baik di lokasi depan Gang SMPN 6 Bengkalis Dusun Karya Bakti mau pun di samping Jalan Bequranic Dusun Kampung Parit dengan jumlah pelita sekitar 5.000an Lampu Colok. Untuk lebar kedua menara ini sekitar 25 sampai 30 meter dan tinggi sekitar 10 sampai 15 meter dan dikerjakan hampir 100an pemuda desa ini yang kreatif, inovatif, setia kawan, bertanggungjawab atas tugas masing-masing sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. "Rasa kekeluargaan rasa, kerjasama dan gotong royong semakin hari semakin terasa," pungkas Dedy Asiadi.

Agar 2 menara desa ini menjadi pemenang, Pemdes bersama BPD menyiapkan sekitar 30an juta rupiah untuk kegiatan tersebut. "Harapan kami, mendapatkan bantuan dari warga Desa Pangkalan Batang Barat yang berada di luar, bisa membantu dan memberikan sumbangan. Kami juga berharap warga desa ini yang berada di luar bisa pulang pada tahun ini, ikutilah protokol kesehatan," harapnya.

Dalam WAG MDPT Masyarakat Dusun Kampung Parit terlihat dana awal Rp1.637.00,00_ bertambah dari donatur warga dusun ini yang berada di luar daerah dan provinsi Rp1.200.00,00_ sehingga jumlah sementara menjadi Rp2.837.000,00_.

"Bagi warga Desa Pangkalan Batang Barat yang berada di luar yang ingin memberikan bantuan atau sumbangan dapat menghubungi nomor whatsapp Kepala Desa Azmi Zulfikar 0813-6301-2251 dan nomor Ketua BPD +62 823-8107-4421 atau nomor Ketua Colok Dusun Kampung Parit, Arya Aldhi Syahputra +62 813-7159-0510 serta Yulfi Yendri di nomor +62 852-7175-2670.

Dedy Asiadi berharap kepada seluruh pemuda mau pun kaum bapak yang aktif dalam kegiatan pembangunan menara colok tahun ini kedepannya dapat aktif bukan hanya di bidang Colok saja tapi bidang-bidang lainnya sehingga desa ini semakin maju.

 

 

Diakui Dedy Asiadi, kendala yang mereka hadapi dalam Festival Lampu Colok 2022 adalah masalah dana. Untuk satu menara diperkirakan membutuhkan dana sekitar 30an juta rupiah sehingga untuk dua menara dibutuhkan 60an juta rupiah. Yang paling banyak membutuhkan dana adalah dalam menyiapkan suplai minyak untuk menyalakan kan 11 sampai 12 ribuan Colok tadi.

 

Didapat informasi, seorang Kepala Seksi di Kantor Bupati Bengkalis yang merupakan anak watan desa ini menyiapkan 2 drum supply minyak bagi kegiatan penyalaan Lampu Colok ini yang berlangsung selama 4 malam sejak 26 Ramadhan atau malam 7 Likur sampai malam lebaran.

 

Ada hal menarik dalam pekerjaan keikutsertaan Festival Lampu Colok 2022 ini, Ketua Colok Dusun Kampung Parit yang hanya tamatan SMA punya anggota PNS Yulfi Yendri yang telah selesai pendidikan S2.

 

Hal menarik lainnya, beberapa warga sekitar menara Lampu Colok Dusun Kematang/ Karya Bakti mengantarkan bakwan, Kentucky, risoles, teh dan kopi.dan lain nya. (Rian Sumarlin)

Post a Comment

0 Comments